Beranda Headline Potret Keluarga Pencuri Aset Pemda II, Putus Sekolah dan Tidak Punya Biaya

Potret Keluarga Pencuri Aset Pemda II, Putus Sekolah dan Tidak Punya Biaya

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Nasib buruk bisa menimpa siapa saja. Termasuk Sinta, adik pertama tersangka kasus dugaan pencurian Pemda II yang merugikan negara sampai Rp 3 miliar.

“Semoga kakak saya dibebaskan,” harap Sinta seraya tersenyum pasrah ketika TVBERITA.CO.ID menanyakan apa cita-citanya jika sudah besar nanti.

Lirih Sinta hanya berujar, ia ingin kakaknya bebas dan bisa bersekolah kembali.

Sinta ikut bersama adik, ibu, dan bapaknya menguatkan sang kakak dalam persidangan kedua di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (14/5).

Bu Karni dan suaminya Marhasim tampak hadir dan dengan setia mendampingi sang anak Hambali, menghadapi persidangan ketiga dengan agenda pembacaan replik oleh Jaksa Penuntut Umum.

Kali ini, Karni dan Marhasim tampak terlihat begitu tegar, dibanding saat TVBERITA.CO.ID pertama kali menemui mereka di sidang perdana kasus gedung Pemda II Karawang 30 April 2019 lalu.

Begitupun dengan dua adik Hambali, Sinta (15) dan Putri (7).

“Saya hanya berharap Hambali dapat bebas, ia anak yang baik, saya tahu anak saya tidak bersalah dan tidak mungkin mencuri sebanyak itu,” kata Bu Karni mengawali pembicaraan.

Sambil sesekali menyeka airmatanya, Karni menuturkan, Hambali meski penghasilannya tidak besar namun senantiasa membantu dirinya dan Marhasim suaminya.

“Ya, untuk jajan adik-adiknya saja Hambali jika punya sedikit rejeki selalu ingat,” kata Karni, seraya menuturkan jika putri keduanya, Sinta terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Menengah Atas karena keterbatasan biaya.

Dikatakan Karni, bagaimana mungkin Hambali mencuri di gedung tersebut dengan jumlah sebanyak itu sementara adiknya saja harus putus sekolah karena tidak ada biaya.

“Sinta, seharusnya melanjutkan ke SMA, tapi kami tidak punya uang, usaha saya dan bapaknya hanya cukup untuk makan sehari-hari, kalau Putri sekolah SD dia, kelas satu,” tutur Karni lagi seraya memeluk anak bungsunya tersebut.

Marhasim pun, yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga harian lepas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, penyapu dan mengangkut sampah di sekitaran Perumahan Bintang Alam menambahkan jika ia baru bekerja selama tiga tahun ke belakang, dan penghasilannya tidak mencukupi untuk menyekolahkan Sinta anaknya, tumpuannya jatuh kepada Hambali anak sulungnya untuk turut membantu meringankan bebannya dengan menyekolahkan adik-adiknya.

Namun apa daya, nasib naas saat ini menimpa Hambali anaknya, yang harus berurusan dengan hukum dengan tuduhan melakukan pencurian di gedung Pemda II milik Pemkab Karawang.

Sinta sendiri yang merupakan lulusan SMPN II Karawang Timur, menyampaikan harapannya agar kakaknya Hambali segera dibebaskan.

Dengan wajah polosnya, Sinta mengatakan jika Hambali bebas, mungkin Hambali bisa bekerja membantu ayah ibunya agar ia bisa kembali bersekolah. (Nna/fzy)

Komentar Facebook