Beranda Headline Proyek IPAL Diperiksa Polda Jabar, Pejabat RSUD Ngaku Kurang Hati-hati

Proyek IPAL Diperiksa Polda Jabar, Pejabat RSUD Ngaku Kurang Hati-hati

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Belum selesai polemik soal Sarjana Akademik (Sarjana Agama) yang menduduki Bidang Forensik, RSUD Kabupaten Karawang kembali dihebohkan dengan kabar kedatangan Subdit III Reskrimsus Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), dalam agenda pemeriksaan Proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RSUD, Senin (3/2) lalu.

Dikonfirmasi tvberita, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Wakil Direktur Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Kabupaten Karawang, dr. H. Endang Suryadi pun membenarkan jika kedatangan Subdit III Reskrimsus Polda Jabar itu atas dasar adanya pengaduan dari masyarakat. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan dan permintaan dokumen Proyek Pengadaan IPAL.

“Benar, datang sekitar Pukul 16.00 WIB, untuk menanyakan permasalahan IPAL, menanyakan anggarannya berapa, prosesnya bagaimana dan lainnya. Kemudian mereka menyelidiki ke lapangan, dan setelah selesai mereka meminta sejumlah dokumen. Kita sudah menyerahkan dokumen yang diminta,” papar Endang.

“Sekarang sudah sampai ke aparat yang mungkin akan lebih objektif melihatnya. Kalau misalnya ada dalam tanda kutip atau ada yang kurang bagus, kita tunggu saja hasil pemeriksaannya,” kata Endang lagi dengan lesu.

Lebih lanjut Endang mengatakan, secara pribadi, dirinya kini harus lebih hati-hati dan teliti ketika mengerjakan suatu pekerjaan.

Endang yang ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (6/2), mengungkapkan jika dirinya merasa tidak sempurna dalam menangani persoalan Pembangunan atau Pengadaan IPAL itu, sebab lebih terbiasa menangani pasien.

Oleh karena itu, ia pun berpikir, perlu adanya tenaga kerja atau SDM kompeten di RSUD yang memiliki disiplin keilmuan di bidang Tehnik Sipil.

“Sebenarnya Kita ada bagian Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) Rumah Sakit, itu pun sudah terlibat di Tim Teknis (Pekerjaan Proyek IPAL RSUD) cuma tenaga untuk insinyur itu yang belum ada,” ujar Endang lagi mencurahkan kegalauannya kepada tvberita.

Diketahui sebelumnya, jika proyek pengadaan IPAL RSUD Kabupaten Karawang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019 sebesar Rp4,7 Miliar itu, diduga hanya menjadi ‘bancakan’ oleh sejumlah oknum.

Pasalnya, terdapat temuan dugaan adanya markup anggaran sampai penggunaan bahan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga IPAL tersebut sampai mengalami dua kali kebocoran Pipa Sambungan. (Nna/kie)