Beranda Headline Proyek IPAL RSUD Karawang Disorot, Dewan Mau Tinjau Lokasi

Proyek IPAL RSUD Karawang Disorot, Dewan Mau Tinjau Lokasi

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Polemik pembangunan IPAL RSUD Kabupaten Karawang yang dicurigai sejumlah pihak merupakan “Proyek Bagi-Bagi Kue”, terus bergulir.

Bahkan sampai hari ini, pihak Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah tersebut, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), tetap bungkam dan enggan memberikan keterangan.

Kabar adanya kebocoran pipa sambungan IPAL, ditambah beberapa bahan material yang tidak sesuai spesifikasi, mensinyalir adanya dugaan mark up anggaran dalam pembelian mesin IPAL tersebut yang konon dibeli hingga ratusan juta rupiah.

Sehingga muncul indikasi dugaan pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun terkesan serampangan tersebut merupakan “Proyek Bancakan” sejumlah oknum RSUD Kabupaten Karawang.

Bahkan permasalahan IPAL ini pun disorot Komisi III DPRD Kabupaten Karawang.

Komisi III sangat menyayangkan jika kabar (permasalahan IPAL) yang ramai ini memang benar terjadi.

Pasalnya, RSUD sebagai Rumah Sakit rujukan utama masyarakat Kabupaten Karawang, seharusnya profesional baik dalam memberikan pelayanan maupun pembangunan infrastruktur kesehatannya.

Demikian ditegaskan Anggota Komisi III Fraksi Partai Demokrat, Mahfudin. Menurutnya, pihaknya akan segera melakukan pembahasan di internal Komisi, untuk kemudian meninjau langsung ke lokasi (RSUD).

“Kita akan terlebih dahulu melakukan kajian dan meninjau ke lokasi untuk melihat seperti apa kondisi IPAL tersebut. Termasuk melihat langsung kualitas pembangunannya,” kata Mahfudin yang akrab disapa Evenk ini kepada tvberita, Kamis (30/1).

Lebih lanjut disampaikannya, setelah melakukan peninjauan, pihaknya akan secepatnya menggelar rapat bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang sebagai Pengguna Anggaran dan pihak RSUD Kabupaten Karawang untuk mempertanyakan kronologisnya seperti apa.

“Kita akan undang rapat nanti, stake holder terkait termasuk juga pihak rekanan untuk mengetahui permasalahannya seperti apa. Tentunya jika mengalami kekurangan dan kerusakan, Komisi III akan meminta untuk segera di lakukan perbaikan secepatnya, jangan sampai menganggu kenyamanan pasien tentunya,” ujar Evenk menyesalkan
(nna/kie)