Bogor-Pusdiklat Bela Negara Kementerian Pertahanan RI Rumpin Bogor seluas 23 Hektar menjadi wadah penggemblengan putra putri bangsa Indonesia untuk memastikan NKRI Harga Mati.
Ditempat ini seluruh masyarakat diajarkan untuk lebih mencintai tanah air, dengan melakukan pelatihan semi milter bak barak militer ciptaan KDM Gubernur Jabar.
“Beda tipis dengan barak militer, kalau disini bisa diikuti oleh seluruh kalangan, seperti saat ini diikuti pimpinan PWI masing-masing wilayah,”jelas Ketua PWI Kabupaten Purwakarta Adi Kurniawan Tarigan Sabtu (31/1) salah satu peserta Retret PWI.
“Ada juga dari perusahaan, bahkan ada dari Bank Indonesia, yang akan menjalani pendidikan di Pusdiklat tahun 2026 ini,”ucapnya.
“Pelatihnya juga dari militer, berpangkat setingkat Kolonel yang datang dari bermacam angkatan,” ungkapnya.
“Yang pasti pendidikan ala militer akan dirasakan, semua tertib dan terjadwal, mulai dari bangun pagi sampai kembali ke barak,”tegasnya.
“Kerapihan pakaian , jadwal makan, cara makan, berdoa, waktu ibadah, olahraga, hingga urusan kerapihan tempat tidur,”paparnya.
“Kekompakan Peleton dan membangun komunikasi yang aktif antara anggota Peleton, saling mengisi dan saling mengingatkan ternyata bukan hal yang gampang,”jelasnya.
“Jargon NKRI Harga Mati bukan hanya sekedar ucapan, anda bisa memulainya dari Pusdiklat ini, ingat kalau mental dan fisik belum kuat jangan coba-coba,”ujar Tarigan.
“Tapi semua fasilitas sudah ready saat dalam pelatihan, bila ada peserta merasa sakit maka pelatih dan petugas kesehatan sudah siap membantu peserta pelatihan,”pungkasnya.
Dalam Retreat PWI di Pusdiklat Bela Negara Kemhan RI ini juga mendatangkan narasumber Kementerian Pertanian, Kementerian Komdigi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian BPBN dan diakhiri dengan kehadiran langsung Menerima Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.(red)









