Beranda Headline Sanksi Disiplin Ringan Kepsek Rukmini, BKPSDM: Catatan Hitam PNS

Sanksi Disiplin Ringan Kepsek Rukmini, BKPSDM: Catatan Hitam PNS

KARAWANG, TVBERITA CO.ID – Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang memberikan sanksi Disiplin Ringan , kepada Rukmini, Kepala Sekolah SDN Adiarsa Timur II, Karawang Timur, Karawang,Jawa Barat.

Rukmini disanksi Disiplin PNS, kategori ringan yang paling berat, dimana didalamnya juga ada pernyataan tidak puas secara tertulis dari Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang (Disdikpora).

Kepala Bidang Disiplin Pegawai BKPSDM Kabupaten Karawang, Dudi Alexandria, kepada Tvberita.co.id, Senin (11/2), menjelaskan Sanksi Disiplin Ringan ini memang terdengarnya sepele, namun kata Dudi, sanksi ini menjadi catatan hitam bagi PNS tersebut di BKPSDM, terutama dalam pengembangan karier yang bersangkutan kedepan.

Terlebih lagi, Dudi kembali menjelaskan, satu tahun menjelang pensiun, salah satu persyaratannya adalah, PNS tersebut harus melampirkan surat pernyataan dari BKPSDM, bahwa ia tidak pernah melakuakan pelanggaran dan menerima hukuman disiplin baik ringan, sedang ataupun berat.

“Selain itu dampaknya juga kepada TPP, dengan sanksi disiplin ringan paling berat ini, TPP yang bersangkutan akan terkena pemotongan 20 persen selama 3 bulan,” jelasnya lagi lebih lanjut.

” Mau nya Ibu Kepsek ini di mutasikan, tapikan tidak bisa karena mutasi itu harus melalui proses SK dan harus dilantik ulang ,karena kita dalam posisi tidak boleh melakukan mutasi,”ulasnya.

Kepada Tvberita.co.id, kemudian Dudi mengungkapkan lebih lanjut hasil penjelasan yang diterimanya dari Rukmini kaitan permasalahan yang saat ini ramai menjadi perbincangan publik.

Dimana Rukmini, diduga telah melakukan ancaman akan mengeluarkan dua siswa-siswi SDN Adiarsa Timur II, hanya karena tak terima orang tua kedua murid tersebut melaporkan tindakan pungli kepada Saber Pungli.

Bahkan Rukmini pun, diduga telah melakukan tindakan yang selayaknya tidak pantas dilakukan oleh seorang guru. Yaitu merampas uang jajan anak murid dengan alasan untuk membayar uang kas anak murid lainnya yang belum membayar.

Diulas Dudi berdasarkan keterangan Rukmini Kepada BKPSDM, ia beralasan, mengeluarkan kedua anak tersebut atas dasar desakan orang tua siswa yang lain. Dan diketahui Komite Sekolah.

“Karena para orang tua siswa yang lain, katanya, merasa malu karena kasus ini sudah naik keluar. Dan semua orang tua murid sudah tahu kelakuan ibu kedua anak ini yang kerap menjelek-jelekan sekolah tersebut, maka para orang tua sepakat meminta pihak sekolah mengeluarkan kedua anak tersebut karena kesal dengan orang tuanya,” ujar Dudi memaparkan penjelasan Kepsek Rukmini kepada dirinya.

“Kepsek juga mengakui adanya pungutan tersebut. Namun kata dia, atas dasar kesepatakan orang tua murid,” timpalnya lagi.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kejelasan duduk permasalahan yang sebenarnya, dikatakan Dudi, BKPSDM berencana akan menemui orang tua kedua murid tersebut. Untuk mengetahui tidak hanya sepihak saja.

“Yang kami harapkan agar permasalahan ini segera selesai dan keduanya bisa kembali islah,” pungkasnya.(nna/dhi)