Beranda Headline Sidang Pemda II, Jaksa Tolak Keberatan Tersangka

Sidang Pemda II, Jaksa Tolak Keberatan Tersangka

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Sidang kasus dugaan pencurian aset Pemda II yang merugikan negara sampai Rp 3 miliar terus bergulir.

 

Di sidang ketiga, eksepsi atau keberatan yang disampaikan oleh Hambali dan rekan-rekannya, terdakwa pencurian gedung kantor Pemda II Karawang melalui tim kuasa hukumnya ditolak oleh jaksa penuntut umum (JPU), Selasa (14/5) di ruang sidang Pengadilan Negeri Karawang.

Sidang pembacaan replik atau jawaban dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fajar Gigih Wibowo, SH.

Kepada majelis hakim JPU menegaskan, Jaksa menolak seluruh keberatan yang disampaikan penasehat hukum terdakwa. Dan berdasarkan surat dakwaan penuntut umum No. Reg. Perkara :PDM 121/KRWG/04/2019 tanggal 22 April 2019 adalah sah dan memenuhi syarat seperti yang diatur dalam pasal 143 ayat (2) KUHAP dan melanjutkan memeriksa perkara terhadap Hambali dan kedua rekannya, Ayi Sobari dan Buchori.

Jaksa mengatakan penasehat hukum Hambali dan kedua rekannya tidak cermat dan tidak teliti dalam membaca uraian dakwaan penuntut umum yang jelas menyebutkan di dalam surat dakwaan pada alinea kedua, para terdakwa yakni Hambali dan rekan-rekannya mengambil instalasi pengkondisian udara/AC yang terpasang di lantai 5 dengan cara digergaji menggunakan gergaji besi sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 3 miliar.

“Terkait dengan kerugian sebesar Rp 3 miliar, sebenarnya hal ini sudah masuk ke dalam materi pokok perkara, dan seharusnya tidak menjadi objek eksepsi atau keberatan, penasehat hukum. Dikarenakan penghitungan kerugian tersebut akan dibuktikan dalam pembuktian persidangan,” ungkap Jaksa Penuntut Umum di hadapan Majelis Hakim.

Sementara itu tim JPU menolak permintaan wasancara redaksi TVBERITA.CO.ID usai sidang.

“Tidak, berkasnya sudah saya serahkan,” kata salah seorang JPU.

Ketua Majelis Hakim sendiri, setelah replik selesai dibacakan, meminta waktu untuk mengkaji replik yang dibacakan oleh JPU dan eksepsi oleh penasehat hukum terdakwa, dan akan memutuskan pada sidang berikutnya, Rabu 22 Mei 2019. (Nna/fzy)

Komentar Facebook