Beranda Headline SMAN 3 Karawang Miliki Siswa Berprestasi Level Internasional

SMAN 3 Karawang Miliki Siswa Berprestasi Level Internasional

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pihak SMAN 3 Karawang sedang memikirkan rencana ke depan jika ternyata Mohamad Rezaldi (Aldi) benar-benar bisa menembus skuad timnas usia muda.

 

Rencana tersebut tidak muluk-muluk, pasalnya coach Indra Syafri serius mencatat nama Aldi menjadi bagian skuad timnas setelah di ajang Gothia Cup 2019 di China kemarin, Aldi membawa pulang penghargaan sebagai pemain terbaik. Itu sudah cukup menjadi modal berharga bagi Aldi.

Jika benar adanya, maka Aldi adalah anak muda pertama dari Karawang yang berkiprah di kancah nasional bersama timnas garuda muda.

Kepala SMAN 3 Karawang, Asep Mulyana mengaku bangga dengan keberhasilan Aldi atas prestasi yang diraihnya di turnamen sepakbola level internasional.

Menurut Asep, keberhasilan Aldi otomatis akan membawa motivasi bagi anak muda lainnya, yang memiliki hobi olahraga, khususnya sepakbola.

“Anak muda seperti Aldi memang harus diberikan wadah. Bakat luar biasa yang sayang sekali jika tidak difasilitasi. Kalau dia bisa jadi gabung di skuat timnas, atas nama sekolah, tentu kami dukung karena tidak hanya membanggakan nama almamater saja, melainkan daerah,” ungkap Asep saat diwawancarai di sekolahnya, Jumat (23/8) pagi.

Ke depan, kata Asep, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana selanjutnya proses belajar Aldi. Urusan ini harus dibicarakan bersama kedua orang tuanya. Apalagi, kedua orang tua Aldi juga sepenuhnya mendukung bakatnya di sepakbola.

“Aldi meski nantinya dia sibuk semisal gabung timnas, kita pikirkan bersama solusi pendidikan dia. Jadi bakat tersalurkan, karir melesat tapi pendidikan juga tetap didapat,” ujar Asep.

Dijelaskanya, pemberian dispensasi bagi siswa yang aktif mengikuti kompetisi maupun lomba menjadi salah satu cara dukungan pihak sekolah kepada siswa bersangkutan.

Namun demikian, pihak sekolah juga selalu berpesan sedapat mungkin siswa bisa mengejar ketertinggalan izin belajar.

“Mereka tetap harus menempuh proses dalam pembelajaran. Hanya diberikan kemudahan memberi izin sekolah saja. Prestasi diraih, pendidikan jalan terus,” pungkasnya.(cr2)