Beranda Headline Soal Eksplorasi Migas Pertamina, Warga Sekarwangi Bakal Demo Besar-besaran

Soal Eksplorasi Migas Pertamina, Warga Sekarwangi Bakal Demo Besar-besaran

KARAWANG – Ratusan warga Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta bakal menggelar unjuk rasa besar-besaran di kompleks Pemda Kabupaten Karawang, Rabu (3/11) mendatang.

Mereka hendak mengadukan sejumlah permasalahan akibat eksplorasi migas yang dilakukan PT Pertamina EP.

“Sebanyak 200-an warga siap mengadu ke pemerintah akibat ulah Pertamina.”

“Aksi tersebut lantaran warga sudah habis kesabaran akibat sejumlah dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan Pertamina setahun ke belakang,” ungkap Direktur LBH Chakra Indonesia, Hilman Tamimi (30/10).

Baca juga: Derita Warga Sekarwangi Melawan Eksplorasi Pertamina

Sejumlah tuntutan yang dilayangkan, di antaranya meminta perhatian dari pertamina, sebab hasil panen warga yang tadinya 1 hektar mencapai 7 ton, kini turun drastis hanya 4 ton. “Kita minta itikad baik baik pertamina untuk mengganti kerugian warga, karena adanya eksplorasi tersebut berdampak pada kualitas lahan pertanian,” tandas Hilman.

Kemudian, warga mempotes kejelasan izin eksplorasi tersebut, sebab menurutnya, dalam proses izin lingkungan warga sama sekali tak dilibatkan.

Selanjutnya, ia mendesak pemerintah agar memfasilitasi warga memperjuangkan haknya. “Ini adalah jeritan hati warga Karawang, jangan sampai rakyat Karawang malah termarjinalkan di tengah eksplorasi di atas tanah mereka sendiri,” jelasnya.

Pertamina, kata dia, secara tidak langsung beroperasi dari modal rakyat, baik dari pajak dan pendapatan lainnya, maka semestinya tidak menutup mata atas keresahan warga terdampak.

“Dari kepentingan nasional, pertamina ditarget memproduksi 1 juta barel minyak per hari, dan bagi pertamina ini adalah energi positif. Nah jangan sampai hanya pertamina saja yang mendapat energi positif, sedangkan masyarakatnya tidak.”

“Masyarakat terdampak pun harus mendapatkan energi yang sama,” pungkas dia.

Saat dikonfirmasi, manajemen PT Pertamina EP belum memberikan tanggapan hingga berita ini dirilis. (kii)