Beranda Headline Sungai Cibeet Dipersempit Demi Pariwisata, Warga Karawang Bakal Dirugikan

Sungai Cibeet Dipersempit Demi Pariwisata, Warga Karawang Bakal Dirugikan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Kegiatan penurapan pancang pembangunan Taman Rekreasi Water Park yang berlokasi di Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi yang berbatasan langsung dengan wilayah Leuwi Sisir, Desa Mekar Mulya Kecamatan Telukjambe Barat Kabupaten Karawang diprotes banyak pihak.

Pasalnya, proses penurapan tersebut mengarug setengah lebar daerah aliran sungai Cibeet yang merupakan anak sungai Citarum, sehingga dikhawatirkan banyak pihak akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang yang tinggal di wilayah Leuwih Sisir dan sekitarnya.

Bahkan, tanpa diarug pun wilayah sekitar DAS Cibeet kerap mengalami dampak banjir yang berkepanjangan bila musim penghujan tiba di setiap tahunnya.

Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, Kabupaten Bekasi pun dinilai egois, karena diduga tidak melakukan kajian secara matang terlebih dahulu dalam memberikan izin pembangunan taman rekreasi Water Park tersebut.

Bahkan peran kebijakan yang dikeluarkan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum sebagai unit pelaksana teknis dan bidang konservasi SDA (Sumber Daya Air), pengembangan SDA, Pendayaagunan SDA, dan pengendalian daya rusak air pada Wilayah Sungai Citarum, pun dipertanyakan.

Sehingga tak aneh jika kemudian muncul dugaan ada kongkalingkong antara BBWS, pihak pengusaha dan pemerintah Kabupaten Bekasi, dalam pembangunan taman wisata air tersebut.

Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, ketika dimintai tanggapannya oleh tvberita, mengaku sangat prihatin dan menyayangkan.

Oleh karenanya, menurut Ketua Komisi III Fraksi Partai Gerindra, Endang Sodikin, secepatnya pihaknya akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi pasti penurapan pancang di sempadan sungai Cibeet itu.

“Kami sadar bahwa itu adalah wilayah kewenangan Kabupaten Bekasi, akan tetapi yang kami bicarakan adalah dampaknya bagi warga masyarakat Lewih Sisir yang merupakan Warga Kabupaten Karawang,” kata Endang menandaskan.

Untuk itu, ditandasakannya Komisi III bersama Dinas PUPR Kabupaten Karawang dan Satpol PP akan melihat langsung apakah ada potensi-potensi yang menimbulkan dampak negatif dari pengarugan di sempadan DAS Cibeet tersebut.

“Kita akan terus monitor, untuk tindaklanjut harus seperti apa,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PDI-Perjuangan yang juga anggota Komisi III, Pipik Taufik Ismail menegaskan pihaknya sudah melakukan pembahasan di internal Komisi III dan akan berkoordinasi dengan Fraksi PDI- Perjuangan di DPRD Kabupaten Bekasi, agar pengarugan di sempadan sungai Cibeet ini dilakukan kajian kembali.

“Termasuk juga mendorong permasalahan ini ke dewan PDI-Perjuangan yang ada di Provinsi. Kita akan lakukan pembahasan permasalahan ini, seperti apa pengkajian dan kebijakannya untuk kemudian diputuskan mengambil sikap harus seperti apa,” ujar Pipik menjelaskan. (nna/kie)