Ilustrasi/Istimewa Ilustrasi/Istimewa

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Air mancur Sri Baduga Maha Raja, yang diklaim sebagai air mancur terbesar se-Asia Tenggara dan merupakan pesaing dari Wings Of Times di Negara Singapura, sejak diresmikan Sabtu 9 Januari 2015 selalu ramai dikunjungi hingga hari ini dalam setiap kesempatan pertunjukannya

 

1

Air mancur yang memiliki beragam tampilan, mulai dari air bergoyang, dan semburan api serta dilengkapi visual dari aqua screen dan didesain secara modern itu, berada di Danau Situ Buleud, yang terletak di tengah-tengah taman kota, Taman Sri Baduga atau persis di jantung kota Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

2

Proyek pembangunan Taman Air Mancur Sri Baduga memakan waktu yang sangat panjang, yang dilakukan dengan tiga tahapan, menelan biaya sekitar Rp 56.9 miliar. Rinciannya, pembangunan tahap ke 1 yang dilaksanakan tahun 2014 menelan anggaran Rp 23.1 miliar, tahap kedua yang dikerjakan pada tahun 2015, menghabiskan anggaran Rp 3.2 miliar. Dan pembangunan tahap ke 3 yang dilakukan pada tahun 2017, menghabiskan anggaran Rp 18.6 miliar dari dana APBD murni dan perubahan sebesar Rp 1.8 miliar.

6

Taman Sri Baduga dengan pertunjukan air mancurnya mampu menyerap perhatian orang banyak, bukan hanya warga Purwakarta saja, masyarakat luar Purwakarta pun kerap berdatangan bahkan bila yang belum tahu jadwal pertunjukan air mancur di Taman Sri Baduga di media social pun kerap menjadi perbincangan dengan mempertanyakan jadwal pertunjukan, dan kini Taman Sri Baduga ini menjadi salah satu tujuan wisata Purwakarta.

5

Bahkan ditahun 2017 ini, Purwakarta menjadi salah satu pusat perhatian dari seluruh pejabat Negara yang berkenan datang ke Purwakarta dan melihat hasil kerja Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mulai dari Ketua MPR, Pejabat Menteri RI hingga Presiden RI Joko Widodo pun saat datang ke Purwakarta dan menyaksikan pertunjukan air mancur di Taman Sri Baduga dan berakhir dengan decak kagum melihat inovasi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

7

"Dulu pembangunannya dilakukan melalui tiga tahap pembangunan, mulai tahun 2013,hingga 2015," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Sabtu (2/12).

3

“Beberapa alokasi pembangunan kita lakukan beberapa tahap untuk melengkapi kekurangan pendukung infrastruktur yang ada di Taman Sri Baduga, begitu juga dengan fasilitasnya, baik itu tata cahaya, audio visualnya, dan dari segi pengaturan air mancurnya, belum lagi untuk fasilitas umum lainnya seperti pemasangan kran air siap minum dan tempat sampah bagi pengunjung yang datang ke lokasi air mancur yang kini telah menjadi salah satu destinasi wisata termegah di Purwakarta ini, semua kita lakukan untuk masyarakat dan pertunjukan air mancur gratis setiap Sabtu malam,” ujarnya.

8

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi pun ternyata memiliki alasan tersendiri untuk tidak memungut tiket masuk ke dalam taman. Karena tugas pemerintah adalah menjaga regulasi perputaran uang di daerah dan bukan sebanyak-banyaknya mencari keuntungan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

8

“Untuk setiap pertunjukan setidaknya pemerintah harus menggelontorkan uang Rp 30-50 juta untuk listrik dan operator. Namun hal tersebut tidak sebanding dengan perputaran uang yang terjadi di sekitaran Taman Air Mancur Sri Baduga seperti Kampoeng Maranggi dan Wisata Kuliner Tjeplak. Dari dua tempat tersebut satu malam bisa terjadi perputaran uang hingga Rp 1 miliar. Ini adalah cara kami selain bias menggerakan perekonomian publik. Kita membuat warga bahagia. Berawal dari Purwakarta kita bangun Indonesia sebagai negeri bahagia, jadi kita gratiskan saja kalau warga mau melihat pertunjukan air mancur," ucapnya.

9

“Kita hanya harus bisa menjaga Taman Sri Baduga ini, jangan sampai dirusak, jadi masyarakat yang akan melihat pertunjukan air mancur harus bisa saling menjaga saling mengingatkan agar Taman Sri Baduga dengan air mancurnya yang fenomenal ini bisa terus terjaga keberadaannya,” pungkasnya.(trg/ris)