Senin, 29 Mei 2017

DESTINASI WISATA.Pasir Langlang Purwakarta jadi tempat tujuan wisaTA bagi kaum remaja. DESTINASI WISATA.Pasir Langlang Purwakarta jadi tempat tujuan wisaTA bagi kaum remaja. Foto Koran Berita/Adi Kurniawan Tarigan

Pasir Langlang, Destinasi Wisata Favorit Remaja di Purwakarta Featured

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Kabupaten Purwakarta terus giat mencari spot-spot yang bisa dijadikan tempat tujuan wisata yang akan dijadikan destinasi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satunya yang kini akan dilirik oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta adalah Pasir Langlang, lokasi yang berada di Selatan Purwakarta ini sesuai dengan nama yang disematkan oleh warga sekitar. Pasir (bahasa Sunda) dalam bahasa Indonesia berarti bukit, sedangkan Langlang merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada suasana pengembaraan.


 
Kawasan wana wisata yang terletak di perbukitan Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes ini menyajikan deretan pohon pinus lengkap dengan udara yang menyegarkan karena masih terbebas dari polusi kendaraan maupun polusi industri.


Baca juga:

Purwakarta Tanpa Hoax, Pemkab Beri Edukasi Masyarakat

Panenjoan Tujuan Wisata Baru Akhir Pekan di Purwakarta

Bupati Purwakarta: Jangan Konflikan Kader NU dengan Ahok


Untuk mencapai destinasi wisata yang terbilang asri ini, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Jalan Kapten Halim Purwakarta  menuju arah Wanayasa, melewati pasar setempat hingga sampai ke Gapura Desa Pusaka Mulya, Kiarapedes.

 

Setelah berjalan lurus dari gapura tersebut, wisatawan akan menemukan petunjuk jalan menuju kawasan Wana Wisata Pasir Langlang Panyawangan Purwakarta.


 
Sampai di lokasi, wisatawan akan dibuat seolah ‘nyawang’ (Bahasa sunda) atau mengenang. Suasana yang hening di wilayah tersebut mengingatkan wisatawan pada nuansa kolosal pengembaraan para pendekar pada masa kerajaan Sunda masa lalu.


 
Rp 5 Ribu harus disiapkan untuk membeli tiket masuk, sementara jika wisatawan berminat untuk menikmati camping ground disana, mereka harus membayar tiket dua kali lipat atau sebesar Rp10 Ribu plus Rp 330 ribu untuk biaya sewa guide, tenda, sleeping bag, matras, dan satu set alat masak.
 
Sementara, uang sebesar Rp15 Ribu harus disiapkan oleh wisatawan jika ingin menikmati hammock atau ayunan yang dibentangkan diantara dua batang pohon pinus.


 
Berdasarkan pantauan, para wisatawan lebih banyak terlihat berswafoto dengan latar belakang papan nama “Pasir Langlang Panyawangan Purwakarta” yang berlogo Gunung Burangrang, gunung yang dikenal menyimpan kekuatan mistis dari ‘karuhun’ (orang terdahulu) oleh masyarakat setempat.
 


Beberapa diantaranya terlihat berfoto dengan latar belakang hutan pinus sambil duduk di kursi kayu yang disediakan oleh Saung Gede, pengelola kawasan setempat.


 
Andri (17) salah satu pengunjung yang sedang mengambil foto mengatakan dirinya datang menikmati hutan pinus di wilayah ini. Dirinya mengaku bisa merasakan ketenangan saat berada diantara pohon-pohon pinus di tempat tersebut.


 
"Suasananya, tenang, nyaman, dan udaranya sejuk, jauh dari suasana kota. Rencananya kita mau melakukan camping, liburan sekolah saja nanti," ujar pelajar Kelas XII di salah satu sekolah negeri di Purwakarta itu.


 
Sementara itu, Saung Gede yang dipercaya pihak Perhutani untuk menjadi pengelola hutan pinus tersebut menyebutkan bahwa rata-rata wisatawan berasal dari segmen remaja dan pecinta alam.


 
"Kalau sehari-hari saya lihat kebanyakan remaja dan pecinta alam. Sering juga ada yang pre-wedding disini," ujar perwakilan Saung Gede, Nandang Mulya Nugraha


 
Di lihat dari atas, kawasan ini terlihat seperti toping hijau yang menutupi permukaan tanah. Hal ini karena masyarakat setempat dilarang menebang pohon yang tumbuh di kawasan tersebut, mereka hanya dibolehkan memungut ranting kayu yang jatuh untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak sehari-hari.(trg/ris)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.