Sabtu, 22 Juli 2017

S. Bonar, Patwal Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. S. Bonar, Patwal Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. Foto Koran Berita/cr10

17 Tahun Setia Kawal Bupati Karawang Featured

17 Tahun, tepatnya dari tahun 1999, S. Bonar mulai aktif menjadi pasukan pengawal (patwal) Bupati dan Wakil Bupati Karawang.

Sosoknya yang tinggi tegap selalu ditempatkan di garda terdepan, mengamankan setiap perjalanan para pemimpin daerah Karawang, baik yang telah purna maupun yang masih aktif menjabat sampai sekarang. Siang malam, panas dingin diterjang demi tugas mulia, memenuhi tanggung jawabnya sebagai abdi Negara.


Meski usianya saat ini hampir setengah abad, Bonar tidak pernah mengeluh. Ia lakukan tugas pekerjaanya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk berpindah profesi, karena ia yakin, apa yang sudah Tuhan berikan adalah sebuah anugrah yang patut ia syukuri.


“Dengan pekerjaan seperti saya tidak pernah kecewa. Di lain tempat ada yang susah mencari pekerjaan. Intinya saya harus bersyukur,” ujar Bonar saat diwawancarai beberapa waktu lalu disela-sela kesibukanya mengawal Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana.


Sejak mengawali karirnya sebagai patwal Bupati Karawang, Bonar sudah memahami resikonya jauh-jauh hari, salah satunya adalah kurangnya waktu berkumpul bersama keluarga. Namun, ia bersyukur keluarga mau memahami, karena bagaimanapun, profesinya tersebut ia jadikan sebagai ladang nafkah anak istrinya.

 

Berbagai macam pengalaman telah ia lewati, suka duka ia jalani dengan senang hati. Ia menyadari, banyak orang yang memandang sebelah mata profesinya tersebut. Tidak sedikit juga yang melecehkan, tapi sekali lagi, bukan Bonar namanya, jika tak ia hadapi dengan mental sejati.


Bonar berharap agar pemerintah daerah (pemda) memberikan sedikit perhatian terhadap perkerjaanya. Meski secara pribadi, ia sering dibantu oleh para pemimpin bersangkutan, namun belum ada iktikad khusus secara langsung dari pemda. Permintaan yang ia inginkan tersebut cukup wajar, sebab, di Karawang hanya ada empat pasukan pengawal tersisa dari 12 orang yang dulu pernah berprofesi serupa.


“Mereka mengundurkan diri karena volume kerja yang memang gila-gilaan. Sementara penghasilanya tidak sepadan,” ucapnya.


Bonar sangat meyakini, di seluruh Jawa Barat, dialah yang usianya paling senior diantara para pengawal pemimpin daerah lainnya. Ia juga sempat berseloroh, seharusnya, dia mendapatkan rekor muri sebagai pasukan satuan pengawal pemimpin daerah yang memiliki tugas paling lama.


“Saya berharap agar pemerintah mau sedikit membuka mata. Kami juga punya tugas mulia yang taruhanya nyawa dan keluarga,” pungkasnya. (cr10/far)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.