Jumat, 21 September 2018

Bawaslu Jabar Sikapi Gerakan #2019GantiPresiden

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Maraknya gerakan tanda pagar (tagar) #2019gantipresiden sudah merambah hampir keseluruh daerah. Termasuk juga di Kabupaten Karawang yang tampak cukup ramai menghiasi media sosial.

Di group Karawang, masing-masing yang pro dan kontra akan gerakan tersebut saling melempar argumen dukungan mereka. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Propinsi Jawa Barat, menilai gerakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden tidak termasuk kampanye negatif atau black campaign. 

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Jabar, Asikin Marjuki, ketika dikonfirmasi oleh Koran Berita beberapa waktu lalu.

Menurut dia, gerakan itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi warga masyarakat.

“Demokrasi , wajar saja, bukan black campaign. Kalau black campaign itu menyerang presiden secara pribadi. Kalau ganti presiden itu logis atau save presiden silakan. Itu kebebasan berekspresi,” tuturnya.

Wasikin sendiri ketika dimintai pendapatnya lebih lanjut, enggan banyak berkomentar, karena ditegaskannya, pihaknya saat ini sedang fokus kepada tahapan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang sudah memasuki tahapan kampanye tersebut.

Lebih lanjut ditandaskannya, pihaknya tidak mempermasalahkan gerakan tersebut. Karena gerakan tersebut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi. "Itu bukan kampanye, itu kebebasan berekspresi,"tandasnya

Menurutnya, sah-sah saja orang atau partai politik melakukan gerakan #2019GantiPresiden. Karena, Hal tersebut, kata dia, sama saja dengan gerakan save presiden Jokowi oleh orang atau partai pendukung Jokowi.

"Kalau misalnya parpol bilang begitu, enggak masalah. Termasuk gerakan mendukung presiden Jokowi dua periode," jelas dia.

Yang tidak boleh, ungkapnya adalah menyerang pribadi, keluarga dan kehormatan Jokowi sebagai Presiden. Termasuk, kata dia, tidak boleh menimbulkan situasi yang unkondusifitas ditengah- tengah masyarakat, atau sampai melakukan gerakan - gerakan anarkis yang dapat menganggu ketertiban dan keamanan.

"Sepanjang tidak menyerang pribadi atau menimbulkan gerakan - gerakan yang dapat mengganggu, nggak masalah," terang dia.

Wasikin juga mengatakan hal itu juga bukan bentuk langkah mencuri start kampanye oleh salah satu partai politik. Alasannya, karena saat ini belum ada pasangan calon presiden yang berkontestasi.

"Kitakan belum masuki tahapan pemilihan presiden, penetapan calon saja belum, bahkan untuk pemilihan legislatif kita baru memasuki tahapan penetapan dapil,"ulasnya.

Dengan demikian, #2019GantiPresiden boleh dilakukan meski saat ini belum memasuki masa kampanye pilpres 2019. Masa kampanye sendiri jatuh pada September hingga April 2019 mendatang.

"Untuk kasus tagar-tagar ini kan itu hanya tagar, tidak ada program. dan itu boleh aja dalam negara demokrasi seperti indonesia ini," ucapnya.

Terakhir ia menghimbau, agar semua pihak sebaiknya menahan diri untuk masuk ke permasalahan yang bersifat substantsif. "Masyarakat silahkan menyalurkan aspirasi dan keinginannya yang penting bisa di pertanggungjawabkan,"pungkasnya.(nin/ris)

MORE

Melarikan Diri ke Sumatera, Pelaku Pembunuhan Bocah di Karawang Ditangkap

Melarikan Diri ke Sumatera, Pelaku Pembunuhan Bocah di Karawang Ditangkap

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Polres Karawang bergerak cepat melakukan penyelidikan...