Kamis, 22 November 2018

Dampak Jatuhnya Lion Air, Omset Pedagang Ikan Menurun

 

PAKISJAYA, TVBERITA.CO.ID- Jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610, di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang pada Senin (28/10) lalu. Perlahan, berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Seperti yang dialami oleh Warta, Juju (47) warga Desa Dongkal, Kecamatan Pedes, salah seorang pedagang ikan hasil tangkapan laut di pasar Rengasdengklok mengalami hal sebaliknya, ia mengungkapkan semenjak dua hari kejadian jatuhnya pesawat Lion Air, minat pembeli ikannya menurun drastis.

"Nggak jelas apa penyebabnya, hanya memang kondisinya sepi pembeli. Semenjak 2 atau 3 hari kejadian pesawat jatuh," jelas Juju, (06/11). Menurutnya dari kabar yang tengah beredar, para konsumen beralasan dengan banyaknya korban meninggal dilaut dan diketahui telah tak berbentuk dikhawatirkan para pembeli korban menjadi makanan ikan di laut sehingga menimbulkan rasa riskan saat mengkonsumsi ikan hasil tangkapan laut.

"Memang sudah menjadi mata pencarian, walaupun sepi ya saya tetap berjualan. walau ada beberapa teman pedagan ikan memutuskan untuk libur berdagang sementara waktu," paparnya.

Sementara itu Asih (38) warga Amansari Kecamatan Rengasdengklok, salah seorang pembeli di pasar Rengasdengklok. Dirinya mengaku biasa membeli ikan hasil tangkapan laut, namun semenjak beberapa hari setelah kejadian jatuhnya pesawat Lion Air dan banyak pemberitaan serta perbincangan di tengah masyarakat, ia pun memutuskan untuk sementara berhenti membeli atau mengkonsumsi ikan hasil tangakapan laut.

"Merasa riskan aja dan khawatir apa yang dibicarakan itu benar, bahwa hancuran para korban menjadi makanan ikan-ikan tersebut," pungkasnya. Menurut pantauan di pasar Rengasdengklok, beberapa pedagang ikan di pasar tersebut terlihat tak membuka lapaknya seperti biasanya dan hanya terlihat beberapa pedagang yang tetap berjualan dan kebanyakan ikan yang dijualnya pun hanya ikan hasil dari tambak atau empang seperti ikan Bandeng dan ikan mas.

Namun hal tersebut berbeda dengan yang dirasakan oleh Warta (46) seorang warga Dusun Pakis 1 Desa Tanjung Pakis, Bermodal Rp.100 ribu, ia berharap mendapatkan banyak keuntungan dengan membuka warung dadakan. Melayani pengunjung serta tim gabungan pencari puing dan penumpang pesawat Lion Air JT-610, dirinya memanfaatkan keramaian ini dengan membuka warung dadakan.

Menurutnya, keramaian pantai Tanjung Pakis mulai terasa pada pukul 10.30, Senin (28/10). Melihat keadaan tersebut, ia berinisiatif untuk membuka warung kecil-kecilan. "Karena liat ramai orang, saya suruh istri buka warung aja dengan modal seadanya," ujarnya.

Pria bertubuh buntal yang biasa di sapa Baros tersebut mengatakan, keramaian terjadi pada hari pertama jatuhnya pesawat. Di hari pertama dengan modal Rp 100 ribu itu, hampir tak dapat dipercaya, ia mendapatkan keuntungan mencapai Rp 1 juta.

"Hampir 1 jam sekali saya belanja memenuhi kebutuhan pengunjung dan tim gabungan. Namun di hari kedua malah menurun jadi Rp 500 ribu karena agak sepi juga," pungkasnya.(yay/ris)

MORE

Heboh Video Mesum Siswi, Satpol PP dan Polisi Diminta Razia Hotel Melati

Heboh Video Mesum Siswi, Satpol PP dan Polisi Diminta Razia Hotel Melati

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pasca terungkapnya video mesum anak sekolah dan kasus-...