Senin, 15 Oktober 2018

Duh! 45 Unit Motor Pintar Terbengkalai di Kecamatan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ironis. 45 unit Motor Pintar milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang terbengkalai begitu saja dan tidak jelas keberadaannya. Padahal motor tersebut bermanfaat untuk anak-anak dimana motor tersebut berguna sebagai perpustakaan keliling.

Pantauan Koran Berita (Grup Tvberita.co.id), Motor-motor pintar tersebut hampir sekitar satu tahun lebih terbengkalai di beberapa kecamatan dalam kondisi ban kempes serta beberapa aksesoris lainnya rusak.

Dawan Kusnadi, Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Karawang, ketika dikonfirmasi Koran Berita, membenarkan bahwa memang sejak tahun 2014 yang lalu Pemerintah Kabupaten Karawang telah menggulirkan 45 unit motor pintar secara bertahap, sebagai bentuk pelayanan ekstra kepada masyarakat agar lebih memiliki minat membaca.

Diterangkannya, program pelayanan motor pintar ini merupakan armada yang membawa ratusan buku dengan berbagai macam judul. Kemudian, petugas yang membawa motor ini setiap harinya keliling mendatangi warga.

"Motor pintar ini adanya di setiap kecamatan,dimana nasing-masing kecamatan punya satu unit motor pintar, dan beberapa sisanya untuk perpustakaan umum daerah,"jelasnya.

Disebutkan Dawan, setiap harinya, motor - motor pintar ini mobile ke setiap desa. Dengan sasarannya yaitu sekolah-sekolah dari tingkatan SD sampai SMA. Selain itu, ibu-ibu di majelis ta'lim dan para santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren juga tak luput dari sasaran petugas.

"Namun banyak juga mahasiswa - mahasiswa yang sedang mengikuti KKN, yang membutuhkan buku - buku tertentu,"papar Dawan.

Namun, seiring berjalannya waktu, Kantor Perpustakaan Umum Daerah menilai motor - motor tersebut sudah tidak lagi optimal, sehingga akhirnya ditarik kembali oleh Bagian Aset Daerah, dan tahun 2017 yang lalu digantikan oleh Mobil Pintar sebanyak 4 unit.

"Sudah ditarik oleh bagian aset, jika saat ini masih banyak yang tersimpan di kecamatan itu karena aset tidak memiliki cukup tempat untuk menampung. Jadi dititipkan sementara ke kecamatan,"imbuhnya.

Sementara itu menurut Mantri Polisi (MP) Kecamatan Karawang Barat, Adi Firmansyah, dirinya tidak mengetahui percis mengapa motor pintar tersebut terbengkalai begitu saja di kecamatan, karena pada saat itu ia belum bertugas di Kecamatan Karawang Barat.

Namun sejauh yang ia ketahui, lanjut Adi, motor pintar perpustakaan umum daerah itu awalnya beroperasi dengan baik dan banyak diminati oleh anak - anak sekolah. Motor pintar ini dikelola di bidang Kesejahteraan Sosial Kecamatan Karawang Barat, dengan dioperasikan oleh dua orang pegawai kecamatan.

Hanya saja, ada beberapa kendala yang kemudian menyebabkan motor pintar tersebut tak lagi dioperasikan. Pertama, buku - buku perpustaakaan keliling yang disediakan oleh Kantor Perpustakaan Umum Daerah tidak lagi diminati anak - anak karena dinilai tidak update.

Kedua, kondisi setiap sekolah yang memang sudah hampir rata - rata memiliki perpustakaan sendiri dengan buku - buku yang jauh lebih bagus, sehingga berdampak kepada kurangnya minat baca anak - anak di perpustakaan keliling kecamatan.

"Dan terakhir, mereka banyak mengeluhkan kepada kami bahwa buku-buku yang ingin mereka pinjam, tidak ada di motor pintar tersebut,"Adi menerangkan.

Ketika disinggung apakah ada anggaran operasional untuk perawatan motor pintar tersebut, Adi enggan menjawab. Karena menurutnya itu kewenangan bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan. Dan Kasie Kesos sendiri saat coba dihubungi Koran Berita sedang tidak berada di tempat.(cr2/ds)

MORE

Kasus Buruh di Purwakarta, Dedi Mulyadi Siap Pasang Badan

Kasus Buruh di Purwakarta, Dedi Mulyadi Siap Pasang Badan

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Ketua Dewan Penasihat PP KSPSI Dedi Mulyadi berkomit...