Selasa, 26 September 2017

Ilustrasi/Istimewa Ilustrasi/Istimewa

Modus Pengobatan, Empat ABG Dicabuli Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Modus pengobatan secara gaib, empat Anak Baru Gede (ABG) dari Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya dan Kecamatan Jayakerta dicabuli oleh seorang dukun di rumah kosong.

Tersangka bernama Umar maya alias Indra (37) warga Dusun Cibarusah, 04/02, Desa Tirtajaya, Kecamtan Tirtajaya. Sedangkan korban berinisial, ADF (15) warga Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya (dicabuli 2 kali), RCN (16) warga Gempol Karya, Kecamatan Tirtajaya (1 kali), EN (15) dan VA (15) warga Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta (1 kali).

“Pelaku mengelabui korbannya dengan cara pengobatan supaya terhindar dari mahluk halus dan sembuh dari penyakit. Karena dia (pelaku) mengaku bisa mengobati secara gaib,”kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang, Ipda Herwit Yuanita, Kamis (18/5).

Herwit mengatakan, awalnya pelaku melakukan perbuatan bejadnya setelah mengetahui korban (ADF) sering sakit-sakitan, karena keduanya bertetangga. Kemudian dia (pelaku) menawarkan diri kepada orang tua korban untuk mengobati anaknya. Pelaku beralasan, bahwa korban sakit karena diguna-guna seseorang.

“Kemudian pelaku mengajak korban (ADS) ke makam panjang di daerah Desa Malangsari, Kecamaan Pedes untuk diobati secara ritual. Setelah selesai, korban dibawa ke salah satu rumah kosong di Sungai Buntu dan langsung disetubuhi,” ungkapnya.

Lanjut Herwit, dalam satu minggu kemudian, pelaku kembali mengajak korban untuk ritual. Dan setelah itu, korban dicabuli kembali oleh pelaku ditempat yang sama. Karena modusnya tidak ketahuan, pelaku bercerita kepada korban, kalau ada temannya yang ingin diobati untuk memberitahu.

“Selang beberapa hari kemudian, teman korban berinsial RCN ingin diobati dan dibawa serta dicabuli ditempat yang sama seperti korban ADS disetubuhi. Hingga pelaku mencabuli dua ABG lainnya yang merupakan teman ADS,” ujarnya.

Menurut Herwit, penangkapan pelaku setelah salah satu korban mengadu kepada orang tuanya. Bahwa korban mengakui telah disetubuhi oleh pelaku. Karena tak terima prilakuannya, kemudian melapor ke kepolisian. Tak berselang lama pelaku ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan.

“Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui tidak memiliki ilmu untuk pengobatan, dan itu hanya untuk modus saja. Supaya hasrat biologis pelaku tersalurkan kepada korbannya. Pelaku dikenai pasal 81 dan 82 KUHPidana dengan ancaman minimal 5 tahun penjara serta denda Rp 15 miliar,” pungkasnya.(jha/ris/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.