Sabtu, 16 Desember 2017

Ilustrasi/Istimewa Ilustrasi/Istimewa

17 Desa di Karawang Selatan Kekeringan Parah Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Lebih dari 90 persen lahan pertanian sawah di 17 desa yang berada di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru mengalami kekeringan parah, sehingga tak bisa ditanami padi oleh para petani.

"Kita sudah melakukan sosialisasi kepada petani, untuk menanam kedelai atau jagung (sementara ini, Red). Mengingat lebih dari 90 persen sudah kekeringan dan tidak mungkin untuk memaksakan menanam padi," ungkap Danramil 0410 Pangkalan, Kapten Infanteri Suryadi.

Namun idenya untuk mengalihkan tanaman padi tersebut pun, ternyata hanya bisa dilakukan oleh beberapa petani saja. Sebab, ada beberapa wilayah yang tidak bisa bercocok tanam sama sekali.

"Ada yang sudah menanam kacang panjang, kacang tanah, kedelai. Tetapi ada juga yang memanfaatkan air sedikit untuk menggenangi sawahnya, dan dijadikan kolam untuk ikan mas, dengan membendung seadanya. Tetapi beberapa wilayah itu tidak menanam sama sekali," katanya.

Ia menjelaskan, untuk program percepatan tanaman padi di 2 kecamatan tersebut dipastikan tidak mungkin dilakukan, sampai memasuki musim hujan kembali. Pihaknya pun sudah mengajukan pengadaan embung atau bendung, untuk menyimpan cadangan air kepada pemerintah.

"Saya sudah melaporkan kondisi ini kepada pimpinan. Wilayah kita ini adalah tadah hujan. (Memang, Red) sudah ada embung, tetapi tidak cukup. Dan posisi pembuatannya menurut saya kurang efisien yang dilakukan Dinas Pertanian (Distan). Mudah-mudahan ajuan kami kembali diberikan," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sauyunan, Ali Saputra (42) mengungkapkan, hampir 300 hektare lahan sawah di Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan tidak bisa ditanami oleh warga.

"Hanya sebagian kecil yang bisa ditanami, sesuai dengan arahan  Koramil. Sisanya sekitar 300 hektare itu menunggu musim hujan untuk kembali menanam padi," katanya.

Ali berharap, pemerintah bisa membangun sodetan dari Bendungan Jatiluhur, berupa irigasi untuk mengairi sawah di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru. "Kami inginnya ada irigasi dari Jatiluhur yang bisa mengaliri sawah," katanya.

Selain wilayah pertanian di Desa Jatilaksana, sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) di Dusun Cibarengkok juga mengalami kesulitan air bersih. Menurut kepala desa setempat, Asep Saepulloh, warganya tersebut harus mengambil air bersih dengan jarak sekitar 100 meter lebih dan mengantri di salah satu sumur warga yang memiliki air.

"Lebih dari 500 KK dari 6 RT yang mengalami kekeringan. Mereka mengambil air ke depan, kurang lebih 100 meter di sumur warga yang masih ada airnya," katanya. (cr16/far)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.