Sabtu, 16 Desember 2017

Sekretaris Dewas PDAM, Nana Kustara Sekretaris Dewas PDAM, Nana Kustara Foto Istimewa

Korban Yogie Hilang, Dewas: Siap Melapor ke Bupati Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum memastikan, kasus pemukulan satpam oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Yogie Patriana Alsyah benar-benar terjadi.


Kepastian tersebut didapat setelah Dewas PDAM melakukan investigasi, dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.

"Koswara namanya, memang satpam itu, dan betul ada peristiwa itu. Ada sekitar 8 orang saksi, baik satpam maupun karyawan," ujar Sekretaris Dewas PDAM, Nana Kustara saat ditemui TVBERITA.CO.ID di kantornya, Selasa (10/10).

Ia menjelaskan, kejadian pemukulan yang dilakukan Yogie terjadi pada hari Sabtu (7/10), sekitar pukul 9.30 WIB. Kejadian bermula saat Yogie terlihat kesal dengan salah satu satpam yang terkesan lambat membukakan gerbang untuknya.

"Keterangan yang kami dapat, saat itu Pak Yogie yang berada di dalam mobil depan pos penjagaan marah sama yang piket waktu itu, A. Gunawan. Mungkin karena lama membuka gerbang untuk ia masuk," katanya.

"Kemudian saat masuk dan Pak Yogie turun dari mobil, ada pegawai PDAM, Ringgo yang datang menggunakan motor dalam langsung masuk tanpa permisi. Kebetulan di lokasi Pak Yogie berhenti dekat tempat pelayanan, ada Pak Koswara," tambah Nana.

Menurutnya, kemarahan Yogie semakin memuncak saat merasa tidak dihargai oleh salah satu anak buahnya tersebut yang masuk menggunakan motor tanpa permisi melewatinya. Sehingga terjadi aksi pemukulan terhadap Koswara yang menjadi pelampiasan kekesalan.

"Pak Yogi langsung marah-marah entah kenapa, dan memukul Pak Koswara di bagian kepala sekitar wilayah telinga kiri. Kemudian korban di bawa ke Rumah Sakit (RS) Delima Asih, dan hasil pemeriksaan ternyata gendang telinga korban pecah," katanya.

Disampaikannya, Dewas PDAM tidak memiliki kewenangan memberi sanksi kepada yang Plt Dirut atas peristiwa pemukulan yang dilakukan. Namun pihaknya akan melaporkan kejadian tersebut kepada owner, yakni Bupati Cellica Nurrachadiana.

Termasuk menyampaikan adanya desakan dari para karyawan yang diwakili para kepala bagian dan kepala cabang, agar Plt Dirut PDAM segera diberhentikan. Sebab, mereka sangat mengecam tindakan arogan yang dilakukan Yogie dan mengaku tidak nyaman dipimpin oleh Yogie.

"Mereka menuntut sodara Yogie untuk dipecat dari jabatannya sebagai Dirut, dan meminta Dewas menindaklanjuti tuntutan yang diajukan. Mereka datang pada kami untuk melaporkan kejadian tersebut juga. 26 orang yang datang, terdiri dari kepala bagian dan kepala cabang," katanya.

Namun yang masih misterius keberadaan dan lokasi korban. Karena sekarang tak ada yang tahu di mana keberadaannya. Tapi informasi terakhir, korban dibawa oleh mantan supir Yogie.

"Soal korban, katanya dibawa pergi oleh salah seorang mantan supir Pak Yogie, satpam di situ. Dibawa ke luar kota dan sampai saat ini nomor teleponnya tidak bisa dihubungi, asumsi kita dibawa ke Bandung atau Sukabumi, ke rumah istri atau keluarga korban,"katanya.  

Sementara itu, Heri Heriadi, anggota Dewas PDAM lainnya yang merupakan wakil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini belum menerima penjelasan dari Yogie. Namun apapun alasannya, tindakan kekerasan dan sikap arogan yang dilakukan Yogie sangat tidak patut.

"Belum dapat klarifikasi dari Yogie soal pemukulan yang terjadi, karena kita mengumpulkan keterangan dulu dari saksi-saki yang melihat. Tapi tidak meminta klarifikasi yang bersangkutan juga tidak masalah, yang penting ada keterangan dari saksi dan korban," katanya.

"Nanti biarkan owner atau bupati yang putuskan, kami hanya mencari sebuah kebenaran atas isu pemukulan yang sudah luas menyebar ke publik ini. Karena ini sangat mencoreng citra pemerintah," tambahnya yang juga menjabat Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Karawang. (put/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.