Sabtu, 21 Oktober 2017

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana Foto Istimewa

Soal Pemukulan Satpam, Bupati Akan Panggil Yogie Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Bupati Cellica Nurrachadiana sebagai owner Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum, mengaku sangat menyayangkan adanya kabar mengenai tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Yogie Patriana Alsyah, dengan memukul petugas satuan pengamanan (Satpam) bernama Koswara.

"Kami menyayangkan. Sampai saat ini kami memang belum bertemu Pak Dirut, tapi dalam waktu dekat ini kami akan memanggil," ujarnya, Rabu (11/10).

Menurutnya, jika kabar tersebut benar-benar terjadi, hal itu sudah mencoreng citra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, sebagai pemilik PDAM Tirta Tarum.
"Jika itu benar, itu menjadi hal yang mencederai. Karena memang tidak boleh emosional, semua harusnya bisa diselesaikan. Tapi jika itu tidak benar, harus diklarifikasi," katanya.

Diakui Cellica, dirinya telah mendapat laporan dari Dewan Pengawas (Dewas) PDAM terkait kejadian itu. Termasuk adanya desakan sejumlah karyawan yang menginginkan agar Yogie segera diberhentikan dari jabatannya.

Namun ia belum bisa memberikan keputusan atas masalah tersebut, karena akan terlebih dulu meminta keterangan yang bersangkutan. Termasuk kemungkinan pemecatan Yogie, sebagai sanksi atas perbuatan yang dilakukannya.

"Saya sudah dengar (dari Dewas, Red), sudah saya terima laporannya.  (Terkait  sanksi, Red) nanti coba kita lihat dulu penjelasannya seperti apa," katanya.
Sebelumnya, Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum memastikan, kasus pemukulan satpam oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Yogie Patriana Alsyah benar-benar terjadi.

Kepastian tersebut didapat setelah Dewas PDAM melakukan investigasi, dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.

"Koswara namanya, memang satpam itu, dan betul ada peristiwa itu. Ada sekitar delapan orang saksi, baik satpam maupun karyawan," ujar Sekretaris Dewas PDAM, Nana Kustara saat ditemui KORAN BERITA di kantornya, Selasa (10/10).

Ia menjelaskan, kejadian pemukulan yang dilakukan Yogie terjadi pada hari Sabtu (7/10), sekitar pukul 9.30 WIB. Kejadian bermula saat Yogie terlihat kesal dengan salah satu satpam yang terkesan lambat membukakan gerbang untuknya.

Heri Heriadi, anggota Dewas PDAM lainnya yang merupakan wakil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini belum menerima penjelasan dari Yogie. Namun apapun alasannya, tindakan kekerasan dan sikap arogan yang dilakukan Yogie sangat tidak patut.

"Belum dapat klarifikasi dari Yogie soal pemukulan yang terjadi, karena kita mengumpulkan keterangan dulu dari saksi-saki yang melihat. Tapi tidak meminta klarifikasi yang bersangkutan juga tidak masalah, yang penting ada keterangan dari saksi dan korban," katanya.

"Nanti biarkan owner atau bupati yang putuskan, kami hanya mencari sebuah kebenaran atas isu pemukulan yang sudah luas menyebar ke publik ini. Karena ini sangat mencoreng citra pemerintah," tambahnya yang juga menjabat Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Karawang.(put/far)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.