Sabtu, 21 Oktober 2017

Aking Saputra, terdakwa perkara penistaan agama Islam. Aking Saputra, terdakwa perkara penistaan agama Islam. Foto Koran Berita/Putra

FMK: Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Aking Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Forum Masyarakat Karawang (FMK) mendesak majelis hakim menolak permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Aking Saputra, terdakwa perkara penistaan agama Islam. Sebab, faktor kesehatan yang dijadikan alasan oleh terdakwa, dinilai hanya mengada-ada dan tidak perlu dipertimbangkan.

"Kita minta agar majelis hakim tidak mengabulkan penangguhan penahanan terdakwa. Tolak permohonan itu, karena ini sudah menjadi perhatian publik dan demi kondusifitas bersama," ujar Koordinator FMK, A. Mukron kepada TVBERITA.CO.ID, Rabu (11/10).

Menurutnya, patut dicurigai apabila majelis hakim yang diketuai oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Surachmat, mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa yang diajukan oleh kuasa hukum, pada sidang perdana perkara penistaan agama Islam, Rabu (4/10) pekan lalu.

"Jika permohonan penangguhan penahanan ini diterima, berarti ada apa-apanya. Ini akan jadi pertanyaan masyarakat, ada apa?" katanya.

Menurutnya, pengabulan permohonan penangguhan penahanan mantan bos anak perusahaan Agung Podomoro Land (APL) tersebut akan memicu amarah masyarakat Karawang yang sejak awal sudah sangat kesal dengan Aking, akibat tulisan-tulisan di akun media sosial facebook miliknya.

"Apabila permohonan penangguhan penahanan ini dikabulkan, saya khawatir akan terjadi chaos di Karawang. Karena masyarakat sudah geram, suasananya sudah panas karena perkara ini," katanya.

Ditegaskan Mukron, pihaknya akan terus mengawal jalannya persidangan perkara penistaan agama Islam yang dilakukan Aking. Selain itu, dalam setiap persidangan pihaknya juga akan mengerahkan massa untuk menghadiri sidang perkara Aking di PN Karawang.

"Kami akan terus mengawal jalannya persidangan hingga selesai. Jumlah massanya tergantung pada agenda sidang, jika masuk pada putusan pasti massanya lebih banyak lagi," katanya.(put/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.