Minggu, 17 Desember 2017

Ilustrasi/Istimewa Ilustrasi/Istimewa

Aking Saputra Menolak Hak Eksepsi Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Aking Saputra, mantan bos anak perusahaan Agung Podomoro Land (APL) yang menjadi terdakwa kasus penistaan agama Islam, menolak hak eksepsi yang diberikan kepadanya di sidang kedua yang digelar pada Rabu (11/10) pagi, di Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Aking mengaku tidak keberatan dengan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) kepadanya, pada sidang perdana yang digelar Rabu (4/10) pekan lalu. Dimana Aking didakwa telah menodai agama Islam, dan melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) melalui akun facebook miliknya.

"Saya tidak akan mengajukan keberatan (eksepsi). Saya ingin sidang ini cepat selesai," ujar Aking kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Ketua PN Karawang, Surachmat.

Terkait hal itu, kuasa hukum terdakwa, Adek J. Syahid mengatakan, pelepasan hak eksepsi oleh kliennya bertujuan agar proses persidangan bisa berjalan cepat. Ia pun membantah hal tersebut akibat desakan massa yang memenuhi ruang sidang dan Kantor PN Karawang.

"Nggak itu (karena banyaknya massa, Red), semata-mata untuk kepentingan asas persidangan yang cepat dan mudah. Karena kan saksi yang akan dihadirkan banyak. Kita akan tuangkan semuanya di pledoi," katanya.

Sidang kembali ditunda hingga Rabu (11/10) pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi. Rencananya, Aking akan mengajukan 4-5 saksi ahli. Para saksi ahli tersebut dihadirkan untuk menjadi saksi yang meringankan terdakwa.

"Kami akan hadirkan ahli dibidang pidana, agama, ahli IT dan sosiolog. Sampai saat ini kami masih cari," kata Adek.

Di sisi lain, JPU akan menghadirkan 19 orang saksi yang akan memberatkan terdakwa. Terkait hal itu, majelis hakim akan mempertimbangkan waktu untuk pelaksanaan sidang selanjutnya.

"Kalau saksinya banyak seperti ini, saya ragu bisa selesai dalam satu hari," ujar Ketua Majelis Hakim, Surachmat.

Sebelumnya, dalam sidang perdana perkara penistaan agama Islam, Aking didakwa pasal berlapis, yaitu pasal 156 a huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Aking juga dijerat pasal 45 a ayat 2 Jo pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan subsider pasal 156 KUHP Jo pasal 64 ayat 1 KUHP.(put/ris)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.