Minggu, 19 November 2017

 Kepala UPTD Batujaya, Sahdi Abidin kena semprot Dewan Pendidikan Karawang Kepala UPTD Batujaya, Sahdi Abidin kena semprot Dewan Pendidikan Karawang Foto Istimewa

Kepala UPTD Batujaya Disemprot Dewan Pendidikan Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dewan Pendidikan Kabupaten Karawang mengingatkan Kepala UPTD Batujaya, Sahdi Abidin agar tidak membuat gaduh dunia pendidikan atas tindakanya melaporkan seorang oknum guru honorer karena diduga menyebarkan tuduhan atau fitnah terhadap Sahdi, yang dianggap menyelewengkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD.

“Dalam dunia pendidikan, guru itu kan punya dewan kehormatan guru atau PGRI yang bisa digunakan sebagai pengaduan terkait hal seperti itu. Harusnya jangan langsung ke kepolisian. Tindakanya berbanding terbalik dengan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan guru yang sedang dibahas saat ini,”ungkap Ketua Dewan Pendidikan, H. Taswan saat ditemui di kantornya, Kamis (19/10) pagi.

Taswan juga sepakat dengan Ketua PGRI Karawang, Nandang Mulyana yang meminta Sahdi untuk menyelesaikan permasalah tersebut secara kekeluargaan saja. Ia mengungkapkan, seharusnya seorang pimpinan bisa membina anak buahnya dengan baik. Kalaupun memang terjadi salah paham, sebagai pimpinan, Sahdi harus mengevaluasi kinerjanya sebagai kepala UPTD apakah memang ada yang perlu diperbaiki atau tidak, bukan malah melaporkan anak buahnya ke kepolisian.

“Kami harap permasalahan itu cepat selesai,” ucapnya.

Terpisah, Sahdi tetap bersikeras melanjutkan laporan kepolisian (LP) terhadap oknum guru honorer berinisial (Y) yang diduga telah menuduhnya menyelewengkan dana Bantuan Operasonal Pendidikan (BOP) PAUD meskipun Ketua PGRI Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana telah memintanya untuk mencabut laporan dan mengharapkan permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya secara pribadi sudah bertemu dengan Pak Nandang. Sudah menceritakan duduk perkaranya seperti apa. Tapi kalau saya disuruh mencabut laporan, bagi saya, seolah-olah tuduhan kalau saya menyelewengkan dana BOP PAUD benar adanya dong? Kalaupun mau harus ada mediasi biar adil. Saya tidak mau diancam siapa siapa termasuk oleh PGRI Karawang,”ungkap Sahdi saat diwawancarai melalui telepon selularnya, Rabu (18/10) pagi.

Sahdi mengatakan, pelaporan yang ia ajukan minggu lalu sudah masuk ke bagian kriminal umum dan sampai saat ini sedang proses untuk pemanggilan para saksi.
“Ya intinya saya tidak mau terkesan takut sama PGRI,” ucap Sahdi.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana meminta Kepala UPTD Batujaya, Sahdi untuk secepatnya mencabut laporan atas dugaan fitnah atau pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh salah satu guru honorernya.

"Saya ingin masalah tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja. Tidak perlu harus ke meja hijau. Saya ingin cepat mendamaikan kedua pihak. Harus mencarikan jalan tengah agar kedua belah pihak tersebut bisa sama sama damai," ungkap Nandang.

Permintaan pencabutan laporan yang disampaikan oleh Nandang sangat beralasan. Pasalnya, saat ini pihak PGRI beserta unsur Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdpora) dan DPRP Karawang tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perlindungan guru yang rencananya akan segera disahkan dalam waktu dekat, sehingga menurutnya, akan menjadi dilematis ketika tiba tiba ada peristiwa kepala UPTD melaporkan gurunya ke kepolisian.

"Saya jujur belum mengetahui duduk perkaranya seperti apa. Tapi semoga saja ini bisa jadi bahan pembelajaran bagi semua pihak. Seharusnya kalau ada jalan kekeluargaan, lebih baik diselesaikan secara baik baik saja," ujar Nandang. (Cr10/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.