Minggu, 19 November 2017

Bupati Karawang, Kapolres, Asda Bidang Pemerintahan dan Komisioner KPU Karawang berfoto bersama usai Pelantikan PPS di RM Indo Alam Sari, Sabtu (11/11/2017). Bupati Karawang, Kapolres, Asda Bidang Pemerintahan dan Komisioner KPU Karawang berfoto bersama usai Pelantikan PPS di RM Indo Alam Sari, Sabtu (11/11/2017).

Pilgub Jabar Diprediksi Lebih Seru dari DKI Jakarta Featured

KARAWANG,TVBERITA.CO.ID- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) 2018, diprediksi bakal lebih seru dari Pilgub DKI Jakarta yang digelar belum lama ini. Sebab, 27 kota dan kabupaten di Jabar memiliki kultur masyarakat yang berbeda-beda.

Selain itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Yayat Hidayat menyebutkan, jumlah penyelenggara pemilu yang terlibat mulai dari KPU provinsi, KPU kabupaten, panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan panitia pemungutan suara (PPS), adalah yang terbanyak di Indonesia.

"Ada 17.000 lebih PPS yang dilantik secara serentak di 27 kabupaten dan kota, dari 5.000 lebih kelurahan dan desa yang tersebar di Jawa Barat. Ditambah PPK, KPU kabupaten dan kota. Ini perangkat penyelenggara pemilu terbesar di Indonesia," ujar Yayat saat menghadiri pelantikan PPS di Indo Alam Sari Karawang, Sabtu (11/11).

Menurutnya, Provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan kontestasi politik paling kompetitif, atau dalam bahasa pihak kepolisian diartikan cukup potensial terjadinya konflik. Sehingga Jawa Barat mendapat perhatian serius, dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

"Bahkan diprediksi akan lebih meriah dibandingkan Pilkada DKI Jakarta yang dilaksanakan belum lama ini," kata Yayat.

Namun ia meyakini, pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 akan berlangsung dengan sukses. Hal itu didasari atas komitmen seluruh pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, peserta, masyarakat dan juga pemerintah yang saling mendukung.

Disampaikan Yayat, daerah-daerah di Jawa Barat memiliki keunikan sendiri dalam hal menjatuhkan pilihan politik. Seperti halnya masyarakat Karawang yang cenderung lebih meyakini pilihan pribadi, ketimbang penggiringan opini oleh tokoh-tokoh tertentu.

"Prinsip politik di Karawang itu egaliter, atau tidak mudah diatur. Dan berbeda dengan daerah-daerah lain yang bisa diarahkan oleh tokoh masyarakat, khususnya tokoh agama," katanya.

Sehingga perbedaan-perbedaan itu, akan melahirkan pemimpin terbaik sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat. (put/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.