Minggu, 19 November 2017

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Foto Istimewa

Kadis LHK: TPAS Leuwisisir Baru Wacana Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Keinginan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, untuk kembali memfungsikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Leuwisisir di Desa Mekarmulya Kecamatan Telukjambe Barat mendapat tanggapan miring dari sejumlah warga setempat.

 

Meski hal tersebut baru sebatas wacana yang diutarakan Wawan di hadapan sejumlah pengembang perumahan di ruang rapat Bapeda Karawang beberapa waktu lalu, namun warga sudah merasa resah. Karena jika Leuwih Sisir tetap dipaksakan untuk difungsikan, maka warga Desa Karangligar bersama warga Cipayung Bekasi yang pemukimannya berseberangan dengan Leuwisisir akan terus mengalami kebanjiran.

Mengingat lokasinya berada di bibir Sungai Cibeet yang airnya kerap meluap menjadikan banjir tahunan menggenangi rumah-rumah penduduk, disamping warga pun tidak ingin perkampungannya menjadi sarang lalat dan menjadi bau busuk.

Saat dikonfirmasi KORAN BERITA (Grup Tvberita.co.id) terkait hal tersebut, Kepala DLHK Kabupaten Karawang Wawan Setiawan di ruang kerjanya, Senin (13/11) menuturkan jika apa yang ia sampaikan beberapa waktu lalu tersebut hanyalah baru sekedar sebuah wacana atau impian dirinya untuk menyelesaikan masalah persampahan di Kabupaten Karawang.

Dijelaskannya, selama ini Kabupaten Karawang hanya memiliki Tempat Pembuangan Akhir Sampah ( TPAS) di Jalupang. Dimana Jalupang berlokasi di ujung timur Kabupaten Karawang yang juga diimbangi dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan perumahan.

"Jalupang ada disebelah timur, dan itu termasuk jarak yang cukup jauh. Jika dari Cilamaya, Sungai Buntu atau daerah - daerah di pelosok Karawang yang harus membuang sampahnya jauh ke Jalupang. Jadi kami berpikir kedepan kenapa Leuwih Sisir ini yang kebetulan posisinya berada di tengah Karawang untuk kembali difungsikan,"jelasnya.

Jadi, lanjut Wawan, memfungsikan kembali Leuwih Sisir ini hanya baru sekedar rencana awal DLHK, karena sangat disayangkan sekali jika lahan tersebut dibiarkan terbengkalai.

Sehingga atas dasar rencana tersebut, DLHK tegasnya, akan terus memaksimalkan TPA jalupang. Dimana, diharapkan Jalupang tidak hanya sebagai tempat pembuangan sampah, namun tetapi dapat menjadi tempat edukasi bagi masyarakat seperti halnya yang dicontohkan oleh Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Kota Malang.

Diterangkan Wawan, di kedua Kabupaten Kota tersebut tempat pembuangan sampah seperti jalupang dibuat begitu sangat refresantatif. Dimana di lahan pembuangan sampah yang begitu luas berdiri taman - taman bermain, cafe dan restoran, tempat - tempat rekreasi mini bahkan menjadi bumi perkemahan yang setidaknya sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

"Dan hal itulah yang menjadi percontohan bagi kami untuk dapat memaksimalkan TPA Jalupang agar dapat bermanfaat seperti itu, dan rencananya kami di tahun 2018 akan membeli kembali lahan sekitar 2 ha sebagai perluasan, untuk membuat lubang besar dan menimbunkan kubikan sampah di dalamnya. Kemudian setelah kami ratakan dengan tanah di atasnya dapat dimaksimalkan seperti kedua kabupaten di atas. Ini yang disebut teknis sanitary landville dan juga open dumping,"papar Wawan.

Wawan juga menambahkan, saat ini dari TPA Jalupang pun sudah mampu menciptakan gas metana yang penyaluran gasnya bisa membantu 600 Kepala Keluarga di sekitar TPA mendapatkan gas.

"Jadi, jika hal - hal yang saya programkan di atas berhasil di Jalupang, inilah dasar yang akan saya terapkan kepada Leuwih Sisir. Meski, Kita akui memang Leuwih Sisir itu rawan banjir. Namun dari setiap kegiatan kan ada DED nya, jadi kita pasti akan merencanakan saja terlebih dahulu seperti apa nantinya solusi untuk menangani permasalahan banjir tersebut,"tandasnya.

Terakhir tegas Wawan, masyarakat Karang Ligar tidak perlu khawatir karena hal ini yang pasti ini hanya baru sebatas rencana. Dan Langkah awal DLHK adalab membuktikan kepada masyarakat akan keberhasilan penanganan TPA Jalupang.(cr2/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.