Minggu, 19 November 2017

REVITALISASI.Revitalisasi Tak Kunjung Terwujud, Pengelola Pertanyakan Kepastian Pembangunan Pasar Jatisari REVITALISASI.Revitalisasi Tak Kunjung Terwujud, Pengelola Pertanyakan Kepastian Pembangunan Pasar Jatisari Foto Dede Jaenudin

Revitalisasi Tak Terwujud, Pengelola Pertanyakan Pasar Jatisari Featured

JATISARI, TVBERITA.CO.ID- Kondisi ruang kantor pengelola Pasar Jatisari rusak berat. Dikuatirkan saat musim hujan kantor tersebut ambruk. Pasalnya, dinding dan atap ruangan sudah hancur.

 

Menurut Suryadi selaku pegawai pengelola Pasar Jatisari seluruh kios sudah banyak yang rusak. Namun tidak kunjung diperbaiki. Padahal para pemilik Hak Guna Bangunan (HGB) kios meminta segera dilakukan renovasi kios.

"Jangankan kios yang rusak. Kantor pengelola pasar sudah banyak yang rusak. Tidak layak kantor pengelola rusak berat," kata Suryadi kepada KORAN BERITA, Senin (13/11).

Dikatakan, retribusi Pasar Jatisari tahun 2017 ditarget Rp.91 juta pertahun. Memasuki bulan November 2017 sudah mencapai 86 persen. Pemasukan untuk Kas Daerah dari retribusi dari Pasar Jatisari sebagai pasar tradisional lancar. Namun kenapa perbaikan total atau revitalisasi belum dilakukan juga oleh Pemkab Karawang.

"Semua pemilik HGB kios sudah habis waktunya dari tahun 2008. Kenapa belum ada pembangunan lagi. Kalau gak salah dulu Pasar Jatisari tahun 1988 dan sekarang masa kontrak HGB sudah habis semua,"katanya

Ia berharap Pemkab Karawang segera melakukan revitalisasi pasar tradisional. Agar wajah pasar tradisional tidak kumuh dan kusam lagi.

"Saya kira Pemkab Karawang mengelola asset daerah. Apalagi dikelola oleh Pemkab Karawang jagan dikelola oleh pihak ketiga. Supaya pemasukan ke kas daerah lebih besar jika dikelola oleh Pemkab Karawag," ungkapnya.

Sebelumnya,Ketua Ikatan Pedagang Pasar Jatisari (IPPJ) H.Mulyana PR menyampaikan keseriusan Pemkab Karawang untuk melakukan revitalisasi Pasar Jatisari. Pasalnya, HGB kios sudah lama habis waktunya.

"Harus segera direvitalisasi,kuatir sejumlah bangunan akan ambruk kalau dibiarkan tanpa ada pembagunan lagi," ujarnya.

Menurutnya, kondisi bangunan pasar tradisional harus secepatnya dilakukan revitalisasi. Karena batas tenggang kontrak awal sudah melibihi 25 tahun.

"Kontraknya dulu 25 tahun, sekarang lebih 4 tahun. Kenapa belum dilakukan revitalisasi. Jangan menunggu bangunan ambruk nanti akan membahayakan para. Pedagang," ungkapnya.

Dikatakan, dengan dilakukan revitalisasi nanti akan terjadi perubahan wajah pasar tradisional. Sehingga tidak terlihat kumuh seperti sekarang.

"Kumuh sekali keadaan pasar tradisional Jatisari. Sampai kapan mau dibiar. Para pedagang mempertanyakan jadi tidak dilakukan revitalisasi," tandasnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Komunikasi Pemuda Jatisari(LKPJ) Anto Suheryanto mengatakan agar Pemkab Karawang serius untuk melakukan program revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Karena dengan kondisi pasar terlihat kumuh berdampak pada animo daya beli konsumen.

"Berpengaruh sekali jika kondisi pasar kumuh. Mana mau masyarakat belanja di Pasar Jatisari. Kebanyakan para pembeli larinya ke Pasar Cikampek selain lengkap penataan pasar lumayan bagus," ungkapnya.(dej/ris)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.