Minggu, 17 Desember 2017

BANJIR.Puluhan rumah di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali terendam banjir, Rabu (15/11). BANJIR.Puluhan rumah di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali terendam banjir, Rabu (15/11). Foto cr2

Bencana Karangligar 8 Kali Dilanda Banjir Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Puluhan rumah di Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali terendam banjir, Rabu (15/11). Banjir yang terjadi dikarenakan intensitas curah hujan yang tinggi sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari, yang mengakibatkan air sungai Citarum dan sungai Cibeet meluap.

Menurut Ujang salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir, Desa Karang Ligar merupakan desa langganan banjir. Dan banjir kali ini adalah yang ke 8 kalinya di sepanjang tahun 2017. Banjir ini sempat membuat panik warga karena dikhawatirkan akan terus meningkat jika intensitas hujan tak kunjung mereda.

"Sebagian dari kami ada yang mengungsi ke tempat yang lebih aman, yaitu rumah saudara atau tetangga tapi sebagian dari kami ada yang tetap bertahan untuk menjaga barang-barang kami di dalam rumah," ujarnya saat ditemui KORAN BERITA(Grup Tvberita.co.id) di rumahnya, Rabu (15/11).

Ujang mengatakan, saat terjadi banjir, warga sedang menjalankan aktivitas, termasuk menggarap areal sawah. Setelah mendapat kabar rumahnya terendam banjir, warga langsung meninggalkan pekerjaannya dan langsung pulang ke rumah, untuk menyelamatkan perabotan rumah dari banjir.

"Jadi setiap Sungai Cibeet meluap, pasti daerah kami kebanjiran. Jangankan ketika turun hujan, meski daerah kami tidak turun hujan pun banjir seperti ini sudah setiap tahun kami hadapi," kata dia.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Kaming menjelaskan, banjir yang terjadi pada Rabu pagi ini merendam hampir sekitar 22 unit rumah penduduk Dusun Pengasinan. Dengan ketinggian air antara 20-30 sentimeter.

Akibat banjir itu, sebanyak 60 jiwa warga mengungsi ke sejumlah posko pengungsian, antara lain di masjid dan kantor desa atau kerumah sanak saudara mereka. Banjir yang sering terjadi di daerah itu akibat meluapnya air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Dimana luapan Sungai besar itu akibat tingginya curah hujan beberapa hari kebelakang di sejumlah wilayah Karawang, Bogor, Cianjur dan Sekitarnya.

Diungkapkan Kaming, selain Desa Karang Ligar masih ada 5 Desa lagi yang kemungkinan berpotensi banjir, diantaranya adalah Desa Mulyajaya, Desa Parungsari, Desa Wanajaya, Desa Wanakerta, Desa Mekarmulya.

"Untuk sementara berdasarkan informasi dari petugas PJT ada penurunan drastis di kedua sungai tersebut. Namun kita lihat cuaca juga, jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi maka bisa jadi kemungkinan air akan naik lagi dan meredam lebih luas pemukiman penduduk dikarenakan banyaknya anak-anak sungai Citarum yang mengalir kepemukiman penduduk,"paparnya.

Berdasarkan dari pantauan KORAN BERITA (Grup Tvberita.co.id), banjir tidak hanya merendam rumah-rumah penduduk. Namun juga banjir turut merendam puluhan hektar areal pesawahan yang berada di sekitar Dusun Pengasinan Desa Karang Ligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Dan hingga berita ini diturunkan Satgas BPBD sedang terus melakukan pendataan terkait banyaknya rumah penduduk dan areal persawahan yang terendam.(cr2/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.