Minggu, 17 Desember 2017

Areal sawah teknis zona hijau di Kecamatan Jatisari sedang dibangun pabrik Areal sawah teknis zona hijau di Kecamatan Jatisari sedang dibangun pabrik Foto Dede

Soal Izin JLM, Dedi Achdiat Dipanggil Polda Rabu Depan Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ade Setiawan, Kepala Bidang Pengolahan dan Perijinan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang mengaku pasca dilaporkannya kasus permasalahan perijinan PT. Jatisari Lestari Makmur (JLM) ke Polda Jabar, DPMPTSP mendapat pemanggilan dari pihak Polda pada hari Rabu (22/11/2017), untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Saat dikonfirmasi oleh KORAN BERITA(Grup Tvberita.co.id) apakah pihak PT. JLM yang melaporkan DPMPTSP ke Polda Jabar, Ade pun mengiyakan. Diungkapkannya PT. JLM telah melakukan pelaporan dan DPMPTSP dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Ya Rabu depan, tapi hanya sebatas dimintai keterangan saja sebagai saksi,"ujarnya.

Menurut Ade, yang akan berangkat nanti bisa saja kepala dinas atau dirinya, atau juga bisa juga kedua-duanya. Seperti diberitakan sebelumnya, PT. JLM telah melakukan pelanggaran dengan membangun pabrik kaca di atas lahan pertanian teknis di Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang dengan bermodalkan izin mendirikan bangunan (IMB) yang diduga palsu.

Dimana IMB yang diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DBMPTSP) Kabupaten Karawang untuk PT Jatisari Lestari Makmur (JLM) adalah pembangunan gudang di atas lahan seluas 3,5 hektare. Kenyataan di lapangan, PT JLM malah membangun pabrik dengan memberangus lahan pertanian teknis seluas hampir 38 hektar.

Sehingga akhirnya atas desakan warga masyarakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menyegel pembangunan pabrik kaca tersebut dan meminta PT. JLM untuk membangun kembali pabrik kaca di kawasan khusus Industri atau zona serta memfungsikan kembali lahan tersebut menjadi lahan teknis pertanian.(cr2/ds/ris)

 

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.