Minggu, 17 Desember 2017

DIGEREBEK POLDA.Usai Disegel Polda, Pemkab Karawang Baru Evaluasi D'Crown DIGEREBEK POLDA.Usai Disegel Polda, Pemkab Karawang Baru Evaluasi D'Crown Foto Istimewa

Usai Disegel Polda, Pemkab Baru Evaluasi D'Crown Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akan mengevaluasi izin D'Crown Spa, setelah Polda Jabar melakukan penggerebekan tempat tersebut. Karena diduga menjadui tempat pijat plus-plus.

"Pasti akan dievaluasi izinnya. Tapi kalau proses hukumnya diserahkan ke pihak kepolisian," kata Kepala Seksi (Kasi) Perizinan Ekonomi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Didin Bihalaludin.

Menurutnya, pada saat mengurus perizinan sebenarnya tidak ada masalah dengan tempat spa tersebut. Namun setelah ada penggerebekan oleh Polda Jabar, sudah jelas adanya indikasi melakukan pelanggaran. Untuk itu, pihaknya akan mengevaluasi izinnya dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang.

"Sebab dinas tersebut berkaitan dengan keluarnya izin D'Crown Spa," katanya.

D'Crown Spa yang berlokasi di jalan Ahmad Yani Karawang itu sendiri sudah terkenal sebagai tempat spa yang melayani pijat plus-plus sejak beberapa tahun terakhir.

Aparat kepolisian dari Polda Jabar melakukan penggerebekan tempat spa tersebut pada Senin (13/11) malam. Dalam operasi itu, puluhanpelanggan yang sedang menikmati pelayanan di tempat spa tersebut langsung diperiksa satu per satu identitasnya.

Sejumlah pegawai dan terapis langsung dibawa petugas ke Mapolda Jabar untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit CPU.

Usai melakukan operasi, petugas langsung memasang garis polisi di sejumlah ruangan yang diduga digunakan sebagai tempat mesum. Petugas juga menyegel bangunan D'Crown dengan melilitkan garis polisi di bagian pintu "rooling door" bangunan.(put/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.