Minggu, 17 Desember 2017

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Foto Istimewa

Serapan Anggaran Rendah, Bupati Warning SKPD Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Sebulan menjelang berakhirnya tahun anggaran 2017, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang masih mimin dan jauh dari target. Hal tersebut jadi perhatian serius Bupati Cellica Nurrachadiana.

"Masih minimnya serapan anggaran ini harus menjadi perhatian," kata Cellica Nurrachadiana, Rabu (15/11).

Pasalnya, hingga laporan 13 November 2017, realisasi pendapatan daerah baru mencapai 76,23 persen. Sedangkan realisasi belanja baru mencapai 60,37 persen. Ia mengungkapkan, tahun anggaran 2017 hanya tersisa 1,5 bulan, dan efektif sebulan lagi akan berakhir. Untuk itu mengintruksikan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Karawang, segera melaksanakan kegiatan atau pekerjaan yang telah diprogramkan.

"Serapan anggaran itu harus terus dioptimalkan. Tapi merealisasikan anggaran itu tetap harus juga memperhatikan ketentuan yang berlaku," katanya.

Cellica mengingatkan agar masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Karawang ke depannya, mematok anggaran sesuai dengan kebutuhan kegiatan."Jadi kalau kira-kira tidak bisa terserap, lebih baik jangan mengajukan kegiatan," katanya.

Ditegaskan Cellica, realisasi serapan anggaran di tiap-tiap SKPD nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan, dalam pelaksanaan mutasi pegawai ke depan.

Sementara itu, defisit anggaran masih membayangi APBD 2018 dengan nilai mencapai Rp 91 miliar. Sehingga seluruh SKPD terpaksa melakukan sejumlah penyesuaian, untuk menutupi kekurangan anggaran tersebut.

"Kita masih melakukan pembahasan RAPBD 2018, dan masih ada defisit sekitar Rp 91 miliar. Oleh sebab itu kami juga melakukan penyesuaian anggaran untuk semua SKPD," ujar Eka Sanatha, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang.

Untuk menutupi defisit anggaran tahun 2018, maka sejumlah program rutin seperti pengadaan pakaian dinas, mobil dinas dan lainnya akan ditunda sampai anggarannya mencukupi. Namun ia memastikan, Pemkab Karawang pada tahun 2018 tetap akan meneruskan proyek-proyek pembangunan dan penataan taman kota.

"Proyek yang sudah berjalan akan tetap diteruskan, seperti pembangunan kantor pemda dan penataan taman kota. Program rumah tidak layak huni (Rutilahu) juga tetap dilanjutkan pada tahun 2018," katanya.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Teddy Rusfendi mengungkapkan, defisit anggaran terjadi karena adanya pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

"DID dari Rp 53 miliar jadi Rp 23 miliar. DAK juga hanya di setujui 10 persen saja dari seluruh pengajuan," katanya.(put/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.