Minggu, 17 Desember 2017

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, Rakhmat Gunadi Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, Rakhmat Gunadi Foto Koran Berita/Cr2

PGOT Karawang, Makin Ditindak Malah Makin Banyak Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dari waktu ke waktu, jumlah pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Kabupaten Karawang, terus bertambah. Penanganan memang kerap dilakukan jajaran pemerintah Kabupaten Karawang dengan melibatkan instansi terkait. Namun ternyata belum mampu mengatasi permasalahan tersebut.

Seperti disampaikan Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, Rakhmat Gunadi. Pihaknya bahkan sudah kehabisan akal untuk menangani PGOT di Kabupaten Karawang ini, khususnya di wilayah Karawang Kota.

"Kami sudah kehilangan cara menangani PGOT ini. Jika kami tangkapi pun pasti oleh Dinas Sosial akan dikeluarkan lagi, pekerjaan sia - sia ini namanya,''ujar Gunadi saat ditemui KORAN BERITA (Grup Tvberita.co.id), Selasa (5/12).

Menurutnya, Satpol PP sebagai instansi yang menjaga ketertiban, keamanan, dan penegak peraturan daerah (perda), Satpol PP bersama tim gabungan sudah sering menggelar operasi pembersihan PGOT ini, beberapa waktu lalu, tetapi ternyata belum efektif menangani PGOT.

Karenanya, Gunadi menegaskan, penanganan PGOT memang tidak semudah dibayangkan dan selamanya masalah PGOT ini tidak pernah akan ada jalan keluarnya.
Meski diakui Gunadi, keberadaan PGOT jika tidak segera ditangani serius, jumlahnya pasti akan terus bertambah.

Lebih lanjut Gunadi mengungkapkan, pihaknya sudah kerap menjaring PGOT. Ternyata, rata - rata dari mereka adalah orang luar Karawang yang menjadikan PGOT sebagai profesinya.

"Mereka itu sebenarnya tidak sedikit yang kaya, bahkan di kampungnya sendiri rumahnya pun besar-besar,"imbuhnya.

Bahkan, menurut Gunadi, PGOT ini jika sudah ditangkapi memang sementara akan hilang dari Karawang, namun setelah beberapa lama mulai berkeliaran dan menggelandang kembali di seputar Kota Karawang.

Kendati demikian, Gunadi tidak menuduh PGOT itu 'buangan' atau 'kiriman' dari daerah perbatasan sekitar Solo. Sebagai antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Karawang, agar jika ada PGOT jangan dibuang ke daerah lain.

"Karena tindakan itu tidak mengatasi permasalahan. Melainkan, justru menambah permasalahan," katanya.

Gunadi juga menyarankan, kepada Dinas Sosial Kabupaten Karawang agar PGOT yang terjaring untuk dikirimkan ke rumah sakit jiwa atau dilakukan pembinaan dan dipulangkan kembali ke daerah asalnya jika dari luar Karawang. Jangan malah dilepaskan lagi. Sehingga PGOT tersebut tidak terus semakin merajalela di Karawang.

"Sekarang meski kita terus giatkan penertiban, tapi Dinsos tidak ada kemampuan, mau gimana. Inikan sepenuhnya kewajiban Dinsos melakukan pembinaan bukan malah dilepas lagi,"pungkasnya. (cr2/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.