Sabtu, 20 Januari 2018

MENGENANG: Sardi dan istrinya tengah menunjukan foto Almaruhmah Tearysa (10). Warga Dusun Lampean 2, Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang tersebut meninggal usai imunisasi Difteri. MENGENANG: Sardi dan istrinya tengah menunjukan foto Almaruhmah Tearysa (10). Warga Dusun Lampean 2, Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang tersebut meninggal usai imunisasi Difteri. Foto Koran Berita/Cr3

Keluarga Korban Imunisasi Tolak Otopsi, Dinkes Beri Rp 600 Ribu Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pasca meninggalnya Tearysa (10), warga Dusun Lampean 2, Desa Kedawung, Kecamatan Lemahabang meninggal dunia usai imunisasi difteri yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Lemahabang, Sabtu (06/01). Sebelum meninggal, Tearysa sempat dilarikan ke RSUD Karawang dan mendapatkan perawatan oleh pihak RSUD.

Sardi, Orang tua Tearysa menjelaskan kronologis kejadian tersebut berawal ketika anaknya mendapatkan imunisasi Difteri dari sekolahnya dan langsung mengalami demam tinggi. Demam panas yang tidak kunjung menurun akhirnya ia membawa pasien ke Puskesmas Lemahabang untuk mendapatkan penanganan dini. Namun pihak puskesmas mengaku tidak sanggup dan diminta untuk pulang kembali ke rumahnya.

Pihaknya mengakui jika ada santunan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang kepada pihaknya. “Ada santunan dari Dinkes setelah mengetahui anak saya meninggal, Rp 600 ribu,” ungkap Sardi.

Melihat kondisi anaknya yang semakin parah, Sardi berinisiatif untuk membawa anaknya tersebut ke klinik medika. Namun pas di tengah jalan menuju klinik tersebut ia dihentikan oleh petugas puskesmas dan meminta Sardi untuk merujuk pasien ke RSUD Karawang.

“Pada Senin pagi saya merujuk ke RSUD. Setelah mendapatkan perawatan selama 24 jam, nyawa anak saya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Selasa siang. Saya juga menyayangkan pihak rumah sakit hingga saat ini tidak memberikan keterangan anaknya meninggal disebabkan karena penyakit apa,” ulas Sardi, kepada Koran Berita, ketika ditemui di kediamannya, Kamis (11/01).

Sedangkan menurut Kapolsek Lemahabang IPDA Supriyatno saat berkunjung ke kediaman keluarga mendiang Tearysa sebagai bentuk turut berbelasungkawa, pihak kepolisian sudah berusaha menawarkan untuk dilakukan autopsi kepada pihak keluarga. Namun mereka menolak karena pihak keluarga menerima dan menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah musibah.

“Kita sudah tawarkan untuk melakukan autopsi kepada keluarga Tearysa, namun mereka menerima dan menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah musibah,” ujar Kapolsek Lemahabang, IPDA Supriyatno.(cr3/ris)

 

MORE

Baru 3 Tahun, UBP Gelar Kompetisi Debat Hukum Nasional

Baru 3 Tahun, UBP Gelar Kompetisi Debat Hukum Nasional

KARAWANG,TVBERITA.CO.ID - Kendati baru berusia 3 tahun, Universitas Buana Pernju...