Jumat, 25 Mei 2018

Kurang Laptop, UN SMP di Karawang Masih Pakai Kertas

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMP negeri di Kabupaten Karawang mengaku belum bisa melaksanakan Ujian Nasional (UN) dengan menerapkan sistem daring (online).

Fasilitas yang belum terpenuhi, seperti kurangnya jumlah komputer atau laptop sebagai syarat melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) salah satu alasannya.

Kepala SMPN 1 Karawang Barat, Rukmana mengungkapkan, hingga pelaksanaan tahun ketiga UN yang seharusnya menggunakan sistem daring, sekolahnya belum bisa menerapkan sistem tersebut dengan alasan jumlah komputer yang tidak memenuhi standar kriteria untuk melaksanakan UNBK, yaitu sepertiga jumlah seluruh siswa. Dengan jumlah siswa terbanyak peserta UN tahun ini, pihaknya hanya memiliki 50 komputer saja.

"Siswa kelas 9 yang ikut UN jumlahnya 696 orang. Ini termasuk jumlah peserta terbanyak se-Kabupaten Karawang. Tahun ini, kami masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), karena jumlah komputer yang tersedia kalah dengan jumlah peserta yang ikut UN,"ungkap Rukmana saat diwawancarai, Senin (23/4) pagi di sekolahnya.

Rukmana menjelaskan, jika sekolah memaksakan UN dengan sistem online, secara kalkulasi, pihaknya harus menyediakan tambahan sekitar 220 komputer lagi. Jumlah tersebut sudah sesuai dengan pembagian 1/3 dari jumlah seluruh siswa. Namun, melihat banyaknya kekurangan komputer, ia tidak yakin sekolahnya bisa melaksanakan UNBK di tahun-tahun mendatang, kecuali ada program dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berupa bantuan komputer untuk sekolah-sekolah.

"Kami memang berharap bisa melaksanakan UNBK karena generasi milenial sudah sangat lekat dengan era digital. Tapi kalau penyediaan komputer hanya dibebankan oleh pihak sekolah saja, kami yakin UNBK tidak akan terealisasi di tahun tahun mendatang," katanya.

Hal serupa diungkapkan Kepala SMPN 3 Karawang Barat, Raden Darajat (Ajat) yang mengaku kebutuhan sarana komputer atau laptop bagi pihak sekolah memang sangat mendesak. Ajat menyebut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini diterima untuk pengadaan barang sangat kurang.

"Anggaran dari BOS untuk pengadaan komputer itu cuma 1 buah saja. Kalau hanya mengandalkan BOS, saya kira tidak akan bisa mengcover kebutuhan untuk persiapan UNBK," ungkap Ajat.

Sementara pihak Disdikpora Karawang berencana menganggarkan pengadaan komputer sekolah sebesar Rp. 20 Miliar di tahun 2019. Nandang Mulyana selaku Sekdisdikpora Karawang menyebut anggaran tersebut nantinya digunakan untuk merealisasikan UNBK SMP tahun 2019.

"Tahun depan kami menginginkan bisa melaksanakan 50 persen UNBK. Selanjutnya di tahun berikutnya, seluruh SMP bisa dijamin untuk UNBK. Jadi Karawang tahun 2020 semua SMP tidak lagi ujian menggunakan pensil dan kertas," ucapnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang menjamin menjamin tak akan ada kebocoran soal ujian nasional (UN) untuk tingkat SMP sederajat di Karawang yang hari ini memasuki hari kedua pelaksanaan.

"Tidak akan terjadi kebocoran soal, saya bisa jamin itu," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Nandang Mulyana saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (24/4) siang. Nandang meyakini ketatnya pengawasan dari distribusi naskah UN hingga pembagian ke sekolah-sekolah tidak akan menimbulkan kecurangan dari oknum manapun.

"Naskah UN itu kan dijaga 24 jam oleh polisi dan pengawas. Hingga sampai ke sekolah-sekolah pun mendapat pengawalan. Kami yakin tidak ada jawaban bocor," jelas Nandang.

Ia berpesan, para siswa jangan sampai termakan rayuan bocoran kunci jawaban maupun contekan. Sebab, menurut dia, justru siswa sendiri yang akan merugikan. Ia meminta para siswa untuk yakin kepada diri sendiri dalam menjawab soal UN.

"Berdoa dan minta restu kedua orang tua. Tentunya akan memudahkan dalam menjawab soal-soal yang diberikan,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak ribuan koli naskah soal Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat di kabupaten telah didistribusikan, Sabtu (2/5) lalu. Sebanyak 36.333 siswa SMP sederajat se Kabupaten Karawang akan melangsungkan Ujian Nasional (UN).(nji/ds)

Read 36 times
MORE

Pasca Insiden Hitler, Anggota Grup WA Banggar Ketakutan

Pasca Insiden Hitler, Anggota Grup WA Banggar Ketakutan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ketua Fraksi Partai Demokrat Pendi Anwar mengatakan, t...