Senin, 15 Oktober 2018

Prostitusi di Kota Bekasi, Jajakan Kupu-kupu Malam di Kamar

BEKASI, TVBERITA.CO.ID- Polres Metro Bekasi Kota berhasil membongkar praktik prostitusi online di Apartemen Center Point, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dalam pengungkapkan kasus ini, polisi berhasil mengamankan 24 orang, tiga orang di antaranya menjadi tersangka.

"Hari Sabtu (6/10) malam kita melakukan operasi di Apartemen Centerpoint. Kita telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Mustakim, Saputra dan Jenio,” ujar Kasat Reskrim Polres Bekasi, AKBP Jairus Saragih kepada Wartawan, Senin (8/10).

Dari keterangan tersangka, praktik prostitusi online di Apartemen Center Point dijalankan melalui akun media sosial Twitter, Facebook, dan Whatsapps. Tersangka membuat akun melalui Facebook dan Twitter dengan memasang foto wanita yang dijajakan.

"Begitu ada peminat, terus oke, bertemulah mereka di kolam renang di sana (apartemen) atau di lobi. Begitu deal (sepakat), tersangka memberikan akses kepada peminat untuk naik ke atas (apartemen). Di sana ada kamar-kamar, cewek-cewek itu sudah ada di kamar tersebut," kata Jairus.

Dari praktik prostitusi tersebut, tersangka mendapat keuntungan sebesar Rp 100 ribu untuk setiap wanita yang berhasil dijajakan. Harga untuk satu kali ‘main’ atau short time sebesar Rp 800 ribu.

“Untuk yang buka akun per transaksinya mendapat Rp 100 ribu. Untuk unit kamar sekitar Rp 300 sampai 350 ribu. Selebihnya buat wanitanya,” ungkap Jarius.

Untuk 20 orang wanita PSK yang diamankan, saat ini polisi telah memulangkannya, serta satu orang saksi yang juga telah dipulangkan. Polisi juga masih mendalami praktik prostitusi tersebut terkait keterlibatan pengelola apartemen atau adanya mucikari yang membawahi para PSK.

“Sudah kita pulangkan (PSK), karena mereka kan korban, ada lagi di situ yang masih kita kejar namanya ‘Mami’ belum dapat, kita masih dalami karena kita belum sempat untuk menangkap agen-agen yang ada di situ, nanti akan kami kabarkan lagi, karena kemarin baru pemeriksaan, belum sempat dipanggil bahwa unit-unit di situ dijadikan prostitusi,” jelas Jarius.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 4,5 juta dan ponsel yang biasa digunakan tersangka untuk menjalankan praktik prostitusi online.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 296 dan 506 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (cr1/fzy)

ISTIMEWA

MORE

Kasus Buruh di Purwakarta, Dedi Mulyadi Siap Pasang Badan

Kasus Buruh di Purwakarta, Dedi Mulyadi Siap Pasang Badan

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Ketua Dewan Penasihat PP KSPSI Dedi Mulyadi berkomit...