Senin, 22 Oktober 2018

Sorotan Proyek Miliaran, Pembangunan RS Paru Non APBD dari DBHCT

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Pembangunan RS Paru akhirnya terlaksana. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan proyek yang nilainya mencapai Rp 152 Miliar dan jadi sorotan sejumlah pihak tersebut, Kamis (9/8).

Seperti diketahui, sejumlah elemen masyarakat sempat melakukan aksi demonstrasi ke Pemda Karawang. Mereka menduga ada kongkalikong dalam proses tender RS Paru yang lokasinya di Jl. Raya Jatisari, samping SDN 1 Jatisari Kecamatan Jatisari, Karawang itu.

Menurut informasi, pembangunan Rumah Sakit Paru ini akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama akan berlangsung selama 12 bulan. Adapun untuk anggaran pembangunannya berasal dari Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) Provinsi Jawa Barat yang telah diberikan sejak tahun 2013 lalu.

"Yang dibangun baru 20 persen terlebih dahulu. Kemudian yang lain akan dilakukan secara bertahap, karena DBHCT yang diberikan pemprov Jabar ada setiap tahun dan pembangunan dilakukan tiap tahun sesuai kebutuhan,"ujar Bupati Cellica kepada awak media.

Diterangkan Cellica, kontruksi rumah sakit dengan luas bangunan 1,5 Ha tersebut dilaksanakan untuk mewujudkan pemerataan kesehatan di Kabupaten Karawang.

Termasuk juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat serta memberikan kemudahan bagi warga Karawang untuk memperoleh layanan kesehatan akan penyakit tersebut."Tidak perlu lagi berobat ke luar daerah, karena Karawang dengan teknologi dan layanan kesehatan yang prima memiliki rumah sakit khusus paru,"paparnya.

Kehadiran Rumah Sakit Paru ini juga, menurut Cellica, merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih baik melalui pembangunan rumah sakit yang tidak saja lebih lengkap dan modern, namun juga telah memenuhi standar kualitas nasional.

"Rumah sakit paru ini nantinya akan seperti rumah sakit swasta dan memiliki loby yang luas. Selain juga representatif dan dikelilingi oleh ruang terbuka hijau dan taman- taman nan asri,"jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Rumah Sakit Paru ini juga akan memiliki ruangan khusus untuk membedakan antara pasien yang infeksius dan yang non infeksius. selain juga ada danau retensi buatan dimana airnya bisa diolah kembali dan digunakan untuk pemeliharaan tanaman.

Selain itu, Cellica juga menyampaikan bahwa Rumah Sakit Paru Karawang berdiri tidak hanya untuk melayani jasa kesehatan warga Karawang, akan tetapi juga Purwakarta, Subang dan Bekasi.

"Pasalnya, di radius empat Kabupaten di jalur Pantura belum punya RS. Paru. Maka Karawang menjadi vionir bagi pelayana kesehatan penyakit paru,"ulasnya.

Cellica juga menegaskan bahwa dalam rekrutmen SDM rumah sakit harus dilakukan secara profesional.

"Keberadaan Rumah Sakit kParu Karawang akan berdampak positif bagi warga sekitar. Selain penyerapan tenaga kerja. Perekonomian masyarakat juga akan terbantu dengan adanya RS. Paru Karawang di Kecamatan Jatisari," pungkasnya.

Berdasarkan pemantauan Koran Berita dilapangan, dari papan proyek yang terpampang, Pembangunan Rumah Sakit Paru ini dikerjakan selamam Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima (375) hari kalender dengan mengunakan anggaran tahun jamak. Dan dilakukan oleh PT. Amarta Karya dan PT. Tri Kencana Sakti Utama, KSG.(nin/ds)

MORE

Pedagang Pasar Cilamaya Ditekan Pengembang, Ini Alasannya

Pedagang Pasar Cilamaya Ditekan Pengembang, Ini Alasannya

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Sejumlah pedagang Pasar Cilamaya mengeluhkan sikap PT...