Jumat, 25 Mei 2018

Usir Pengaruh Jahat, Disparbud Karawang Gelar Ruwatan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang menggelar acara ruwatan, Selasa (24/4). Tujuan kegiatan digelar salah satunya untuk mengusir pengaruh jahat.

Kepala Disparbud Kabupaten Karawang, Okih Hermawan mengatakan, Tradisi ini sudah dilakukan sejak jaman dulu dan akan terus dilakukan sebagai bentuk pelestarian budaya khususnya budaya leluhur masyarakat Kabupaten Karawang.

Dimana didalamnya, Iringan musik gamelan, musik khas pewayangan pun turut mengiringi prosesi ruwatan tersebut, dengan berbagai sesajen telah dipersiapkan, mulai cobakal, canang sari, jenang abang, jenang sengkolo, jajan pasar, jajan polo pendem, tumpeng kupat lepet, dan aneka makanan tradisional lainnya mulai dari nasi sampai buah-buahan lengkap tersaji melengkapi salah satu syarat ruwatan.

Turut hadir di acara yang digelar di Aula Disparbud tersebut pemerhati budaya, anggota DPRD, Diskominfo Kabupaten Karawang, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh pemuda.

Menurut Okih, setiap sesaji dalam ruwatan tersebut mempunyai arti sendiri-sendiri. Dijelaskan, sesajen hanyalah sebagai bentuk perantara, karena sebenarnya Tuhan tidak menghendaki adanya sesajen, hanya saja anak manusia percaya kehadiran sesajen diantara ritual doa kepada Tuhan YME akan lebih lengkap.

"Serta doa-doa, sebagai bentuk syukur yang ditujukan kepada nenek moyang atau leluhur yang telah membuat garis keturunan, hingga muncul generasi penerus yang saat ini masih terus ada. Selain juga untuk mengusir pengaruh-pengaruh jahat yang ada di Kabupaten Karawang," paparnya.

Kembali Okih memaparkan, Prosesi ruwatan memberikan makna yang mendalam, dimana ada doa mantra dan lelaku yang semuanya bertujuan untuk keselamatan yang diruwat, dalam hal ini adalah bumi Karawang.

"Memang, Banyak kisah yang mewarnai bagaimana awalnya ruwatan tersebut bisa dilakukan. Setiap daerah mempunyai cerita sendiri-sendiri dari masing-masing leluhurnya, dan rangkaian ruwatan tersebut sudah berpuluh-puluh tahun dilaksanakan, dan tradisi ini sudah menjadi satu keyakinan yang sulit ditinggalkan,"jelasnya lagi.

Sementara itu, Disparbud sendiri bertujuaan ingin melestarikan nilai -nilai budaya karawang tersebut, yang memang sejak tempo dulunya memang ada baik berupa ruwatan, nadran, hajat bumi, babaritan dan lainya. Dalam rangka tentunya untuk mensyukuri atas keberhasikan hasil panennya, usahannya maupun tangkapan ikannya bagi nelayan.

"Selain yang saya paparkan tadi, sebagai penolak bala sehingga karawang terhindar dari bencana,"ujarnya kepada Koran Berita.
Bahkan, disampaiakn Okih, kegiatan Ruwatan seperti ini memang sering digelar oleh pihaknya, biasanya Disparbud mengadakan setiap tahun.

"Biasanya kita melakukan ruwatan hajat bumi di Tugu Rengasdengklok, namun kali ini saya gelar di kantor Disparbud,"ucapnya.
Adat budaya tetap tidak bisa dihilangkan meski zaman semakin maju dan berkembang. Namun ia menuturkan, adat budaya ini dapat diselaraskan dengan perkembangan zaman, sehingga dapat terus lestari dan terjaga.

"Dan budaya ruwatan ini adalah budaya yang dibawa oleh para wali songo pada saat menyebarkan ajaran islam ke setiap pelosok daerah,"ungkapnya.

Dan atas dasar kemajemukan Kabupaten Karawang saat ini, dimana berbagai elemen masyarakat berkumpul dan menetap di Kabupaten Karawang dan dalam rangka mempertahankan dan melestarikan budaya leluhur masyarakat Karawang agar tidak pudar. Ia terpanggil untuk terus mempertahankan dan mencoba mengangkat lagi budaya - budaya leluhur ini, karena jika sudah pudar sama sekali akan berat bagi kita masyarakat Kabupaten Karawang khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang untuk mengangkatnya kembali.

"Karenanya kami berkomitmen untuk terus melestarikan adat budaya karawang agar tetap terpelihara,"pungkasya.(nin/ris)

Read 48 times
MORE

Pasca Insiden Hitler, Anggota Grup WA Banggar Ketakutan

Pasca Insiden Hitler, Anggota Grup WA Banggar Ketakutan

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ketua Fraksi Partai Demokrat Pendi Anwar mengatakan, t...