Senin, 21 Januari 2019

Warga di Cibuaya Capek, Satu Tahun Ngurus e-KTP Tapi Tak Kunjung Selesai

CIBUAYA, TVBERITA.CO.ID- Bertahun-tahun persoalan e-KTP di Kabupaten Karawang tak kunjung selesai. Keluhan atas pelayanan pembuatan KTP elektronik itu terus bermunculan dari berbagai kalangan.

Keluhan paling banyak masih seputar lamanya proses pengurusan. Warga yang sudah melakukan rekam e-KTP hanya mendapat surat keterangan (suket), dan KTP tak kunjung jadi setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

"Kok lama ya, sudah rekam tapi hanya diberi surat keterangan. Kata petugasnya enam bulan lagi KTP baru jadi, dan jika belum maka akan dapat surat keterangan lagi yang masa berlakunya juga enam bulan lagi," keluh Andi, warga yang mengurus e-KTP di Kecamatan Cibuaya, Kamis (10/01).

Dia sempat tanya ke beberapa tetangga dan teman, malah dapat cerita ada yang satu tahun belum jadi. Ada pula yang sampai dua tahun hanya membawa suket saja.

"Saya sudah satu setengah tahun lalu ngurus KTP. Sampai sekarang juga belum dapat KTP-nya, hanya dikasih surat keterangan," tukas Maman, juga warga Cibuaya.

Di media sosial, keluhan terkiat lamanya pembuatan e-KTP juga banyak sekali diperbincangkan masyarakat khususnya Karawang. Bahkan setiap kali ada yang bercerita tentang lamanya proses pembuatan KTP, selalu jadi viral.

Komentar-komentar netizen juga hampir sama. Menimpali keluhan warga yang tak kunjung dapat KTP, mereka juga ikut mengeluh karena sudah lama menunggu KTP yang sudah diurusnya tak kunjung selesai. Seperti sudah terlalu kesal, sebagian warga menanggapi keluhan-keluhan terkiat layanan KTP elektronik dengan mengingatkan kasus korupsi e-KTP yang sempat ramai mengguncang negeri ini.

Dikatakan Entang salah satu aparatur desa di wilayah Kecamatan Cibuaya, serba salah dan bingung untuk pembuatan e ktp. Masyarakat ditungtut dan secepatnya membuat e ktp bagi yg umurnya sudah menginjak 17 tahun dan bagi yang belum punya e-ktp. Tapi kenyataannya pembuatan ktp seolah d persulit dan lama jadi nya, sampai berbulan bulan bahkan bertahun-tahun.

Masyarakat diarahkan ke kecamatan tidak boleh langsung datang ke catpil katanya kolektif saja.

"Inginnya pemerintah, masyarakat langsung yang membuat tanpa lewat calo atau aparat pemerintah setempat supaya tau dan paham lama nya bikin ktp," ungkapnya.

Tetapi pada kenyataannya dilapangan beda, disuruh langsung ke Kecamatan katanya pegawai desa tidak mau melayani.

"Bingung dengan ini semua, kalau kami buatkan ada yang juga menyalahkan kami, katanya ko lama banget bikin KTP kenapa ga jadi-jadi," pungkasnya.(yay/ris)

MORE

DPC HAPI Karawang Adakan Ujian Profesi dan Pendidikan Khusus Advokat

DPC HAPI Karawang Adakan Ujian Profesi dan Pendidikan Khusus Advokat

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Mengimplementasikan amanat Undang-undang Advokat, DPC...