Selasa, 14 Agustus 2018

Fenomena Anak Bawah Umur Minta Sumbangan Jelang Agustusan di Jalan

RENGASDENGKLOK, TVBERITA.CO.ID- Meskipun peringatan HUT RI masih lama, tetapi saat ini aksi minta sumbangan marak diberbagai lokasi di Rengasdengklok, khususnya di jalan-jalan. Ironisnya aksi minta sumbangan tersebut kerap kali melibatkan anak dibawah umur.

Tanpa peduli akan keselamatan dirinya nampak anak-anak usia remaja meminta sumbangan di tengah jalan diberbagai lokasi. Seolah sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya atau tidak adanya anggaran untuk perayaan kemerdekaan dari pemerintah, hampir disetiap wilayah kita dapat menemukan aksi meminta sumbangan perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Menurut pengakuan mereka dalam sehari bisa mereka bisa mengumpulkan Rp. 100 sampai Rp 200 ribu rupiah, dan hasilnya disimpan dan digunakan untuk kepentingan perayaan HUT RI dengan berbagai perlombaan.

"Udah biasa pak, dari pada bosen dirumah mending bantu minta sumbangan, biar acara agustusannya rame dan banyak perlombaan" ungkap salah seorang anak kepada Koran Berita.

Sementara dilokasi berbeda, remaja lainnya mengatakan hal yang sama, karena memang saat ini sekolah masih bebas tidak ada aktivitas dia memilih bersama rekannya membantu mengumpulkan sumbangan untuk perayaan agustusan.

"Seru seruan aja pak bisa bareng dengan teman-teman, dapat engga nya sig nomor sekian yang penting bisa berkumpul dengan teman-teman dan nanti acara agustusannya meriah," terangnya.

Menurut pengguna jalan, Ujang cara penggalangan dana seperti itu selain mengganggu arus lalu lintas, aksi minta-minta di jalan raya demi mendapatkan sumbangan untuk merayakan HUT RI ke 72 tahun sangat tidak pantas dilakukan anak kecil.

Aksi penggalangan dana atau meminta sumbangan ditengah jalan tersebut menurutnya sangat membahayakan, mereka dan pengguna jalan. Tak jarang terjadi kecelakaan akibat aksi penggalangan dana tersebut.

"Karena tanggung dan lupa ngerem tak jarang terjadi kecelakaan pak, kalau bisa ada penertiban dari pihak terkait, supaya tidak mengganggu arus lalu lintas," ungkap Eman, Kamis (19/07).

Menurutnya ada cara lain untuk mendapatkan uang untuk merayakan kemerdekaan, selain meminta-minta seperti pengemis di jalan raya. Salah satu contoh dengan melibatkan aparat desa seperti RT, RW, Karang Taruda dan tentunya Kepala Desa atau Lurah untuk mencari solusi bagai mana caranya mencari dana untuk memeriahkan HUT RI diwilayah tempat tinggal mereka.

Jika aparat desa setempat tidak membantu dan membiarkan anak muda meminta-minta, dapat dikatakan bahwa pihak desa melakukan pembiaran kepada anak-anak untuk membudayakan budaya mengemis. Hal tersebut tentunya sangat tidak baik bagi perkembangannya.

"Seharusnya janganlah anak-anak yang dilibatkan untuk mengumpulkan sumbangan. karena sangat membahayakan nyawa mereka, terlebih dilakukan ditengah jalan raya," pungkasnya.(yay/ris)

MORE

Unsika Diduga Gelapkan Dana Ormawa Hingga Ratusan Juta

Unsika Diduga Gelapkan Dana Ormawa Hingga Ratusan Juta

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dana kegiatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tahun 2017...