Sabtu, 22 Juli 2017

Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Benny Ramdhani Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Benny Ramdhani CR16

Jika Pemerintah Ingkar Janji Bantu Petani, Anggota DPD Kubur Diri Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID-Kasus sengketa lahan antara para petani Telukjambe Barat dengan PT Pertiwi Lestari, diyakini Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Benny Ramdhani dapat segera diselesaikan oleh pemerintah. Sebab, saat ini pemerintah tengah memproses rencana pemberian lahan kepada para petani.

Benny pun mengaku siap ikut aksi kubur diri bersama petani, jika pemerintah ingkar janji.


"Jika dalam 3 bulan masalah ini tidak selesai, saya akan ikut aksi bersama petani Karawang kembali ke Jakarta," ujarnya, usai menemui para petani yang mengungsi di Rumah Dinas Bupati (RDB), Rabu (17/5).


Benny berjanji akan membantu petani melakukan aksi kubur diri jilid II, dengan menyumbang 100 peti yang akan dibawa ke depan Istana Merdeka. Jika dalam waktu 3 bulan ke depan, kasus sengketa lahan tersebut tidak selesai sesuai harapan para petani. Ia pun mengaku tidak takut meski harus dipecat sebagai anggota DPD RI.


"Demi Allah, saya bakal jalan kaki ke istana bersama para petani. Saya bakal sumbang 100 peti, karena rencananya akan aksi kubur diri dengan 300 peti. Saya juga akan ikut dikubur di salah satu peti di istana nanti. Kalaupun dipecat Badan Kehormatan DPD, saya ikhlas," katanya.


Benny juga mendesak pihak kepolisian Karawang untuk segera membebaskan dua orang petani yang masih ditahan, akibat insiden perkelahian antara petani yang mempertahankan lahannya dengan keamanan PT Pertiwi Lestari pada 11 Oktober 2016 silam. Dimana setelah insiden tersebut, sebanyak 52 petani ditangkap dan 13 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.


"Saya harap polisi segera membebaskan dua petani yang masih ditahan. Karena dengan adanya kebijakan pemerintah memberikan lahan, berarti yang dilakukan para petani untuk mempertahankan lahannya adalah benar," katanya.


Menurut Benny, Komitmen antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), maupun para petani untuk menyelesaikan masalah konflik agraria di Telukjambe Barat. Bisa berjalan sukses jika PT Pertiwi Lestari mengalah dan mau mengikuti kebijakan pemerintah.


Selain itu, sambil menunggu janji pemerintah terealisasi, para petani Telukjambe Barat diimbau tidak melakukan aksi-aksi apapun yang dapat mengganggu kondusivitas. Para petani harus percaya, pemerintah dapat menyelesaikan persoalan tersebut sampai tuntas.


"Saya harap tidak ada aksi lagi. Kita tunggu saja dalam waktu tiga bulan ke depan, para petani pasti bisa kembali pulang. (Makanya, Red) Pertiwi Lestari harus mengalah," kata Benny. (cr16/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.