Minggu, 19 November 2017

SIDAK. Anggota Komisi B DPRD Karawang saat sidak ke Kantor Pengelola Pasar Johar, Rabu (17/5). SIDAK. Anggota Komisi B DPRD Karawang saat sidak ke Kantor Pengelola Pasar Johar, Rabu (17/5). cr16

Kejanggalan Rertibusi Pasar, DPRD Panggil Bapenda Featured

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID-Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang akan segera memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terkait adanya kesimpangsiuran uang retribusi Pasar Johar. Pasalnya, dari temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Provinsi Jawa Barat, PT Senjaya Rejeki Mas selaku pengembang belum membayar uang retribusi tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Karawang, Nana Nurhusna Hidayat mengatakan, pihak perusahaan mengklaim telah menyetorkan uang sejumlah Rp 449 juta, sebagai retribusi pasar ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).


"Kami akan mempertanyakan temuan dari BPKP, dimana PT Senjaya Rejeki Mas yang merupakan pengembang Pasar Johar belum membayarkan PAD ke Pemkab Karawang. Tapi pihak PT Senjaya sendiri merasa sudah membayar PAD untuk 2016 kepada DPPKAD atau saat ini Bapenda," ujarnya usai melakukan sidak ke Kantor Pengelola Pasar Johar, Rabu (17/5).


Menurut Nana, jangan sampai ada potensi PAD yang tidak masuk ke kas daerah akibat kesimpang siuran informasi.


"Kami khawatir ada dugaan penggelapan retribusi pasar. Maka kami akan klarifikasi semuanya ke Bapenda," katanya.


Selain itu, pihaknya juga mendesak Pemkab Karawang untuk menyelesaikan perselisihan antara PT Senjaya Rejeki Mas dengan manajeman Hotel Sandy yang diduga menyerobot lahan parkir jalan masuk ke area Pasar Johar, sehingga pemasukan ke kas daerah tidak maksimal.


"Itu keluhan yang kami dapat saat melakukan sidak ke manajemen PT Senjaya di Pasar Johar," kata Nana.


Pihaknya juga akan mempertanyakan retribusi kebersihan yang selama ini diminta oleh Bidang Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sebab, sampah di Pasar Johar masih terlihat berserakan.


"Tapi retribusinya selalu diambil oleh petugas di sana. Maka kami juga akan mempertanyakan retribusi sampah ini," katanya.


Dalam waktu dekat ini, kata Nana, semua pihak terkait akan dipanggil oleh Komisi B, agar semua persoalan di Pasar Johar bisa terselesaikan dengan baik.


"Kami berharap agar pemerintah bisa lebih aktif dalam memaksimalkan PAD, agar pembangunan juga bisa maksimal," katanya. (cr16/ds)



Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.