Minggu, 19 November 2017

Djumali menunjukkan surat laporan kepolisian. Djumali menunjukkan surat laporan kepolisian. cr16

Tanda Tangan Dipalsukan, PPK PDAM Lapor Polisi Featured

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum, Djumali, melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dirinya dalam Surat Perintah Kerja (SPK) tiga proyek fiktif ke Polres Karawang, dengan nomor laporan STTL/784/V/2017/JABAR/RES-KRW.


Ia mengaku tidak pernah menandatangi SPK tersebut, untuk kepentingan pencairan pinjaman CV Savira Multi Sarana (SMS) di Bank Kalimantan Selatan (Kalsel) Cabang Jakarta. Ia pun berharap, pihak kepolisian bisa segera menemukan pelaku yang memalsukan tandatangannya tersebut.


"Dari 3 proyek fiktif tersebut, satu diantaranya mengatasnamakan saya sebagai PPK PDAM dengan nilai kontrak Rp 1.474.440.000. Sedangkan dua proyek lagi bukan atas nama saya," kata Djumali didampingi pengacaranya Hendra Supriatna, usai membuat laporan di Mapolres Karawang, Rabu (17/5).


Menurutnya, pemalsuan tanda tangan tersebut terbongkar pada 29 Desember 2016, saat dirinya didatangi pihak Bank Kalsel membawa SPK pengadaan pipa PDAM. Dimana dalam SPK tersebut tercantum nama dirinya selaku PPK yang menandatangi.


"Saya kaget waktu didatangi pihak bank yang menanyakan proyek pipa dan juga ke aslian SPK itu. Soalnya saya tidak merasa menandatangani dan memang proyek tersebut tidak ada," katanya.
Djumali mengatakan, pihak Bank Kalsel menanyakan keaslian SPK No.027/SPMK-045/PDAM/2015.


"Saya juga kaget, kenapa pengecekan itu dilakukan setelah pencairan uang. Padahal pihak bank itu biasanya mengecek kebenaran proyek itu sebelum pencairan," katanya.


Dengan kejadian ini, pihaknya merasa dirugikan dan dikambing hitamkan oleh pihak kontraktor dan juga bank. Sebab, seharusnya pihak bank menerapkan prinsip kehati- hatian dalam penyaluran kredit.
"Saya melaporkan masalah ini untuk mendapatkan keadilan, karena ini menyangkut nama baik saya," katanya. (cr16/ds)

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.