Selasa, 14 Agustus 2018

KKN Tematik Unisma Bantu Wujudkan Smart City

BEKASI, TVBERITA.CO.ID - 332 mahasiswa dari Unisma Bekasi mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Smart City dalam Wujudkan Layanan Publik yang Cerdas dan Unggul. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Diskominfostandi Kota Bekasi berlangsung di Aula Pasca Sarjana, Unisma Bekasi.

"Kami melibatkan mahasiswa sebagai agency pemerintah daerah," kata Kepala Diskominfostandi Titi Masrifahati.

Titi mengatakan, KKN Tematik Smart City ini diperlukan untuk melakukan perubahan dari masyarakat pengguna media konvensional ke masyarakat pengguna teknologi. Kedua, memberikan pandangan dalam permasalahan dengan pendekatan baru di masyarakat.

"Jadi, masukan-masukan ini akan bermanfaat sekali bagi pemerintah Kota Bekasi dan dibahas di tingkat SKPD untuk dapat dirumuskan," terangnya.

Selain itu, bisa juga dijadikan tambahan kegiatan maupun memperkaya program atau kegiatan yang sudah ada.

Titi menjelaskan, kegiatan KKN Tematik ini didasarkan atas enam dimensi Smart City yakni: Pertama, Good Goverment. Bagaimana pelayanan publik dapat dilakukan secara serentak baik pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Sebagai contoh pelayanan administrasi di kelurahan.

Kedua, Smart Society yakni aspek pendidikan dan kesehatan. Ketiga, Smart Economy. Nantinya mahasiswa dapat menginventarisir kegiatan ekonomi maupun industri kecil dari masyarakat sekitar serta penduduk yang datang memiliki bisnis di wilayah tersebut.

"Sebagai contoh di wilayah Alun-Alun Bekasi. Kegiatan ekonominya sudah luar biasa. Bagaimana hal itu digarap, agar pedagangnya jadi tertib, menarik serta meningkatkan pendapatan mereka," ujarnya.

Keempat, Smart Lingkungan yang bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar baik pencemaran air maupun udara.

"Juga masalah sampah yang menjadi problema di mayarakat bisa terkelola dengan baik," katanya.

Baca Juga : Jelang Kirab Asian Games, Air Mancur Sri Baduga Berbenah

Kelima, Smart Living (lalulintas transportasi). Tujuannya, agar masyarakat nyaman tinggal di wilayah Kota Bekasi.

"Diharapkan nantinya mahasiswa dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat agar tertib dan mengetahui bagaimana memilih transportasi yang baik," jelasnya.

Keenam, Smart Branding. Branding ini dimaksudkan agar Kota Bekasi dapat daya saing tinggi.

"Berikutnya smart tourism. Smart wisata ini akan cepat branding suatu kota," katanya.

Di tempat yang sama, Manejer Pemberdayaan ke Masyarakat dari LPPM Bekasi Hasan Basri menjelaskan, Pembekalan diikuti sekitar 331 mahasiswa semestar VI dan VII dari 5 fakultas yang ada di Unisma.

"Mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKN yang disebar di 15 RW di 2 Kecamatan, Bekasi Selatan dan Bekasi Timur. KKN di Kota Bekasi ini adalah yang perdana. Biasanya mahasiswa KKN di desa-desa di Kabupaten Bekasi, tapi karena saat ini bersamaan dengan penyelenggaraan Pilkades (pemilihan kepala desa), maka mahasiswa dialihkan KKN di Kota Bekasi," papar Hasan.

Ia menjelaskan, seminggu ke depan para mahasiswa akan membuat rancangan observasi awal terkat data-data yang dicocokkan di lapangan.

Dikatakan, output dari pembekalan yang diberikan Diskominfo setempat mencakup profil UMKM. Selain itu, masyarakat nantinya mampu memahami prosedur pelayanan secara online.

"Di luar itu, harapan kami sesuai dengan keilmuan mahasiswa dapat terlibat dalam KKN Tematik tersebut," katanya.

Untuk diketahui, Smart City merupakan pelayanan publik yang sudah dibuka oleh Diskominfo Kota Bekasi, nantinya akan dikembangkan dan digali sejumlah potensi yang telah dimapping sebelumnya. (cr1/fzy)

MORE

Unsika Diduga Gelapkan Dana Ormawa Hingga Ratusan Juta

Unsika Diduga Gelapkan Dana Ormawa Hingga Ratusan Juta

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dana kegiatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tahun 2017...