Selasa, 14 Agustus 2018

Perlu Tau, Ternyata Ini Penyebab Hipertensi yang Jarang Diketahui

 TVBERITA.CO.ID -Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa prevelensi penyakit tekanan darah tinggi ( hipertensi) di seluruh dunia terus meningkat setiap tahunnya.

Di Indonesia, data Riskesdas Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi.

Secara tidak langsung, angka ini turut menyumbang kepada peningkatan kasus hipertensi secara global di masa depan.

Mengetahui berbagai penyebab hipertensi dapat menurunkan risiko kita terkena penyakit ini di kemudian hari. Ada dua jenis hipertensi yang ditentukan berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer dan hipertensi skunder.

Simak semua informasi tentang penyebab hipertensi di bawah ini.

Penyebab hipertensi primer

Sebanyak 95 persen orang dengan tekanan darah tinggi mengalami hipertensi primer (esensial), yaitu tingginya tekanan darah tanpa diketahui penyebabnya secara jelas.

Hipertensi jenis ini cenderung muncul secara bertahap selama bertahun-tahun.

Para ahli menduga bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab hipertensi primer. Namun beberapa kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga ikut dapat berkontribusi menjadi penyebab hipertensi primer.

Beberapa kebiasaan tidak sehat ini meliputi:

1. Asupan garam yang tinggi

Ilustrasi makanan (nitrub) Garam merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang jadi penyebab hipertensi.

Lalu apa hubungan antara garam dan tekanan darah? Ternyata asupan garam yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan natrium alami yang dalam tubuh kita.

Nah, kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat dan menyebabkan retensi natrium. Retensi natrium dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah.

Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Oleh sebab itu, kebanyakan orang dengan tekanan darah tinggi disarankan oleh dokter untuk membatasi asupan garamnya.

Tak hanya garam biasa atau garam meja saja, orang yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus menghindari garam atau natrium dalam bentuk lain, misalnya dalam makanan kemasan, fast food, dan lain sebagainya.

Bahkan, meski sudah minum obat untuk menurunkan tekanan darah, orang yang memiliki hipertensi juga tetap harus mengurangi asupan garamnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Human Hypertension tahun 2002 menyatakan bahwa pengurangan asupan garam dari 10 gram menjadi 6 gram per hari dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Pada akhirnya hal tersebut dapat menurunkan 14 persen risiko kematian akibat stroke dan 9 persen kematian akibat penyakit jantung koroner pada penderita hipertensi.

2. Stres

Kata orang, stres berkepanjangan dapat menjadi penyebab hipertensi. Ternyata anggapan ini bukan mitos belaka.

Pasalnya, stres membuat otak melepaskan hormon-hormon stres dalam tubuh, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang semuanya dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung serta menyempitkan diameter pembuluh darah.

Akibatnya, tekanan darah akan mengalami peningkatan 30-40 persen. Walau peningkatan tekanan darah ini bersifat sementara. Meski begitu, melonjaknya tekanan darah tinggi yang terjadi secara tiba-tiba dan hanya sebentar tetap saja berbahaya.

Bahkan, sama bahayanya dengan tekanan darah tinggi kronis. Pada situasi tersebut, kerusakan pada pembuluh darah, jantung, dan ginjal juga bisa terjadi.

Jadi, jika kamu sering merasa stres atau cemas, maka hal tersebut lama-lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, jantung, dan ginjal, yang dapat memicu tekanan darah tinggi kronis di kemudian hari.

Tak hanya itu, stres juga seringkali membuat kita melakukan kebiasan-kebiasan yang tidak sehat, misalnya merokok, minum-minuman keras, atau bahkan makan dalam porsi yang berlebihan.

Nah, pada akhirnya hal-hal tersebut justru dapat menjadi penyebab darah tinggi.

3. Malas gerak

Ilustrasi malas gerak(Digital Vision.) Malas gerak merupakan penyebab hipertensi yang seringkali dianggap remeh. Biasanya orang yang kurang aktivitas fisik dan olahraga memiliki detak jantung yang cenderung lebih cepat.

Hal ini membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang akhirnya berimbas pada peningkatkan tekanan darah.

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur telah lama diketahui sebagai cara efektif untuk mengurangi risiko hipertensi dan membantu mengontrol tekanan darah tinggi pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Jangan beralasan tidak punya waktu, olahraga sebenarnya sangat mudah dilakukan, kok. Tak perlu olahraga intensitas tinggi, kamu bisa naik ke ruang kelas atau kantor lewat tangga, bukan eskalator atau lift.

Ketika jalan-jalan di mal, jangan hanya diam di eskalator. Panjat tangganya seolah naik tangga biasa.

4. Obesitas

Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggang(nito100) Obesitas dan kelebihan berat badan erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi.

Bahkan kedua hal ini dinilai sebagai penyebab tekanan darah tinggi yang paling sering terjadi. Kamu tergolong kelebihan berat badan kalau indeks massa tubuh di atas 23. Sedangkan tergolong obesitas kalau indeks massa tubuh di atas 25.

Cek dulu berapa indeks massa tubuh Anda dengan kalkulator IMT di sini.

Semakin berat massa tubuhmu, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Karena itu, tekanan dalam arteri akan naik agar darah bisa diedarkan dengan lancar.

Akibatnya, jantung yang dipaksa kerja keras lama-lama bisa mengalami kerusakan.

5. Merokok

Merokok dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. Hal ini tidak mengagetkan karena pada bungkus rokok dinyatakan secara terang-terangan kalau merokok dapat menjadi penyebab hipertensi.

Ya, merokok dapat menjadi penyebab darah tinggi karena membuat tekanan darah langsung meningkat tajam setelah isapan pertama —meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 milimeter air raksa (mmHg).

Kandungan nikotin pada rokok memicu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah sekaligus meningkatkan tekanan darah.

Merokok juga menyebabkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah, sehingga bukan saja meningkatkan risiko hipertensi, namun dapat mengembangkan penyakit lainnya di kemudian hari seperti stroke, penyakit jantung, dan serangan jantung.

Secara sederhana, kombinasi merokok dan hipertensi menempatkan seseorang pada risiko yang lebih besar terkena berbagai penyakit yang sudah disebutkan di atas dibandingkan dengan orang yang memiliki hipertensi namun tidak merokok.

6. Minum minuman keras

Ilustrasi minuman beralkohol.(Thinkstockphotos) Alkohol dapat melebarkan pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah untuk sementara. Namun, hal tersebut terjadi jika alkohol dikonsumsi dalam skala yang kecil.

Berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa kebiasaan minum miras dalam jumlah berlebihan dalam waktu lama dapat menjadi penyebab darah tinggi atau memperburuk gejala hipertensi jika sudah terdiagnosis penyakit tersebut.

Alkohol justru dapat mempersempit pembuluh darah jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dan berulang.

Lama-kelamaan, hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan organ dalam lainnya yang tentunya meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Untuk mengontrol tekanan darah agar selalu berada dalam rentang yang normal, konsumsilah alkohol tidak lebih dari satu minuman beralkohol per hari untuk wanita dan tidak lebih dari dua minuman per hari untuk pria.

Jika kita mengurangi konsumsi alkohol, penelitian menunjukkan bahwa ini dapat menurunkan tingkat tekanan darah sistolik sebanyak 3 mm Hg.

Hipertensi primer dapat dialami oleh semua kalangan usia.

Namun kondisi ini paling sering terjadi pada usia paruh baya. Kebanyakan orang yang memiliki hipertensi jenis ini tidak akan merasakan gejala yang berart mereka baru tahu memiliki tekanan darah tinggi ketika melakukan medical check up secara rutin.

Penyebab hipertensi skunder Dalam beberapa kasus, kondisi medis lain yang sudah lebih dulu menyerang bisa jadi penyebab tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang meningkat karena alasan tersebut dinamakan dengan hipertensi sekunder.

Hipertensi skunder cenderung muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan tekanan darah melonjak tinggi dibandingkan dengan hipertensi primer.

Tidak hanya pengaruh kondisi medis tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat berkontribusi besar menjadi penyebab hipertensi skunder.(kompas/kb)