TVBERITA.CO.ID – Kebiasaan tidur yang sehat memiliki dampak signifikan terhadap risiko terkena diabetes. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola tidur yang teratur dan cukup dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah dan fungsi metabolisme, yang berperan penting dalam mencegah penyakit diabetes.
Baca juga: Manfaat Luar Biasa dari Blueberry, Alpukat, dan Jeruk untuk Daya Ingat yang Lebih Kuat
Salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan adalah durasi tidur yang cukup, yaitu sekitar 7-8 jam per malam. Kurangnya tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon stres, seperti kortisol, yang dapat mengganggu metabolisme glukosa. Selain itu, tidur yang tidak cukup juga dapat mempengaruhi hormon lain yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga meningkatkan risiko obesitas, faktor risiko utama diabetes tipe 2.
Selain durasi tidur, kualitas tidur juga berperan penting. Gangguan tidur, seperti sleep apnea atau insomnia, dapat meningkatkan risiko diabetes. Sleep apnea, misalnya, dapat menyebabkan penurunan oksigen dalam darah dan peningkatan tekanan darah, yang pada akhirnya dapat merusak fungsi insulin. Insomnia kronis juga telah dikaitkan dengan resistensi insulin, yang merupakan salah satu penyebab utama diabetes.
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik, seperti menjaga rutinitas tidur yang konsisten, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, dan menghindari konsumsi kafein atau gadget sebelum tidur, dapat membantu meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Selain itu, mengelola stres dan melakukan olahraga teratur juga dapat mendukung pola tidur yang sehat.
Baca juga: Konsumsi Jengkol Selama Kehamilan: Risiko dan Manfaat yang Perlu Diketahui
Secara keseluruhan, menjaga kebiasaan tidur yang baik adalah langkah penting dalam upaya pencegahan diabetes. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, kita dapat menjaga kesehatan metabolisme dan mengurangi risiko terkena penyakit ini. Penting bagi setiap individu untuk menyadari pentingnya tidur dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan. (*)









