Beranda Headline Kesaksian Ketua Karang Taruna: Limbah Medis Milik Bhakti Medika

Kesaksian Ketua Karang Taruna: Limbah Medis Milik Bhakti Medika

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Ketua Karang Taruna Desa Rawagempol Wetan, Hasyim Suryada alias Darun memberi kesaksian terkait dugaan pembuangan limbah medis mengandung B3 yang sengaja dibuang sembarangan di lokasi TPS milik warga yang diduga dilakukan oleh Klinik Bhakti Medika di Dusun Santiong, Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

“Limbah medis tersebut milik Klinik Bhakti Medika,” kata Hasyim, Rabu (29/4) dalam vidoe yang tersebar melalui jejaring sosial tersebut.

Kesaksian Hasyim dipertegas dengan penemuan dua kali limbah medis dalam tong sampah yang memang sengaja disimpan di klinik tersebut. Sebagai bagian dari program bank sampah yang dikelola karang taruna setempat.

Dan tong-tong sampah organik itu bukan disimpan di klinik saja tetapi seluruh toko, warung dan apotek sejak tahun 2018.

“Sejak program bank sampah digulirkan, sudah dua kali ditemukan limbah medis dicampur sampah organik,” ungkapnya.

Penemuan limbah medis pertama dalam tong sampah seperti jarum suntik dan bekas infusan tersebut, lanjut Hasyim.

Bahkan ditandaskan Hasyim, pihaknya sempat menegur pemilik klinik, namun pembuangan sampah medis kembali dilakukan untuk yang kedua kalinya dan sejak itu tong sampah milik karang taruna ditarik.

“Sejak dua kali ditemukan kita tarik tong sampah di klinik tersebut dan sejak itu kita tidak pernah menarik sampahnya,” ujar Hasyim meyakinkan.

Hasyim menandaskan, Sejak 2018 sampah milik klinik tidak pernah ditarik pengelola bank sampah, sehingga penemuan limbah medis di TPS milik warga tersebut merupakan inisiasi pemilik klinik.

“Kita sudah tidak pungut sampah lagi sejak kejadian buang sampah medis,” tandasnya.

Sebelumnya pemilik Klinik Bhakti Medika, Hendri Subiantoro mengatakan untuk membuang sampah-sampah klinik, pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak-pihak lain dan membayar kontribusi pembuangan sampah.

Sementara menurutnya, untuk lokasi pembuangan, ia tidak mengetahui persis.

“Kita bayar restribusi ke pihak lain yang menarik sampah,” imbuhnya beberapa waktu lalu. (nna/fzy)