Beranda Headline 2.300 Karyawan Dirumahkan, Dewan Karawang Datangi Chang Sin Indonesia

2.300 Karyawan Dirumahkan, Dewan Karawang Datangi Chang Sin Indonesia

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Anggota DPRD Kabupaten Karawang, Tatang Taufik melakukan tinjauan lapangan ke PT Chang Shin Indonesia (CSI), Rabu (14/5/2020) di Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari, terkait penerapan prokol kesehatan yang diterapkan perusahaan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ia mengapresiasi protokol kesehatan yang diterapkan, mulai dari pengecekan suhu tubuh, bilik sanitasi, penggunaan masker, menyediakan tempat mencuci tangan hingga penyekatan ruang kerja sebagai upaya physical distancing.

“Saya pantau semua protokol kesehatan yang diterapkan, semuanya bagus. Saya apresiasi ini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya ribuan karyawan yang dirumahkan PT CSI selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari PSBB Jawa Barat.

“PT CSI tidak ada PHK, dan saat merumahkan karyawannya pun melalui proses yang baik dan benar, sehingga tidak terjadi konflik. Termasuk soal pembayaran gaji selama karyawan dirumahkan pun sudah bagus,” kata dia.

Sebagai informasi PT CSI Kabupaten Karawang, merumahkan 2.300 karyawannya. Hal itu dilakukan karena menurunnya produksi akibat pandemi Covid-19.

Senior Manager HR, PT CSI, Susilo mengatakan, total karyawan yang ada saat ini sebanyak 18.600 orang yang ditempatkan di PT CSI Cikampek dan Klari. Dari total karyawan tersebut ada 2.300 orang yang dirumahkan.

Dijelaskan dia, pihaknya membagi beberapa spesifikasi karyawan yang akan dirumahkan, yakni ibu hamil, orang lanjut usia atau lebih dari 45 tahun, orang dengan riwayat penyakit berbahaya dan atas dasar pengajuan personal karyawan.

“Kami lebih memilih untuk merumahkan karyawan dan tidak melakukan PHK kepada satu orang pun,” ujarnya saat ditemui di PT CSI Karawang, Desa Gintungkerta Kecamatan Klari, Rabu (14/5/2020).

Semua karyawan yang dirumahkan, lanjut dia, tetap mendapatkan gaji sebesar 60 persen, terhitung sejak dirumahkan.

“Mereka dirumahkan mulai tanggal 12 Mei, jadi dari awal bulan sampai tanggal 11 mei tetap dibayar 100 persen. Yang dibayar 60 persen hanya saat mereka di rumah saja,” jelasnya.

Masih kata Susilo, program merumahkan karyawan ini direncanakan dilakukan hingga Agustus 2020 mendatang saja. Diharapkan saat itu juga pandemi Covid-19 sudah berakhir.

“Tapi kami tetap melakukan review per bulan. Jadi pada tanggal 2 Juni nanti akan kami review, kalau ada karyawan yang kami anggap perlu dipekerjakan kembali, akan kami pekerjakan kembali. Begitu pun bulan berikutnya sampai Agustus,” paparnya. (ris/fzy)