Beranda News 23 Desa di Wilayah Kabupaten Bekasi Masuk Dalam Lokasi Penanganan Gizi Buruk

23 Desa di Wilayah Kabupaten Bekasi Masuk Dalam Lokasi Penanganan Gizi Buruk

TVBERITA.CO.ID – Sebanyak 23 desa di wilayah Kabupaten Bekasi masuk kedalam lokasi penanganan gizi buruk (locus stunting) pada tahun 2020, termasuk Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia.

Kaur Pemerintahan Desa Sukaraya, Tatan Rustandi mengatakan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi sudah meminta kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk ikut andil dalam rangka pencegahan stunting di desa locus, sesuai bidangnya masing-masing.

“Jadi dari setiap empat kelahiran itu dimungkinkan terjadi satu stunting. Bukan berarti disini ada stunting. Artinya potensi stuntingnya tinggi. Penyebabnya bisa karena faktor ekonomi keluarga atau lingkungan. Untuk Desa Sukaraya itu urutan yang kedua di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya kepada awak media.

Tatan menjelaskan, tujuan dari locus stunting ini adalah mempersiapkan generasi 30 tahun ke depan agar menjadi para pemimpin agar tumbuhnya itu tidak kerdil atau obesitas. Program ini merupakan program nasional yang dikaitkan dengan program provinsi dan program kabupaten.

Intervensi dari program ini kata Tatan tidak hanya sebatas dari kelahiran saja, tetapi mulai dari perencanaan pernikahan itu ada dilakukan sosialisasi, imunisasi dan lain sebagainya. Kemudian masa kehamilan atau kandungan sampai melahirkan.

“Untuk luas Desa Sukaraya mungkin hampir sama dengan luas desa lain di Kecamatan Karangbahagia, hanya saja populasinya mencapai 46 ribu jiwa, nah desa yang penduduknya padat itulah yang potensi stuntingnya tinggi,” terangnya.

Tatan mengungkapkan, salah satu program pemerintah provinsi dalam rangka locus stunting ini adalah anggaran posyandu yang dialokasikan melalui kabupaten ditarik dan operasional posyandu dialokasikan dari situ.

“Kami berharap agar Kali Batong bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar yang ekonominya rendah. Misalnya kalau air kali itu bersih kan bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan, dan itu bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Kemudian jika lingkungan kumuh juga akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar. “Itu juga kan berkaitan dengan nilai gizi masyarakat,” tandasnya. (gil/fzy)