Beranda Headline 232 Ribu Pohon Mangrove Tercemar, DLHK Tuntut Tanggungjawab Pertamina

232 Ribu Pohon Mangrove Tercemar, DLHK Tuntut Tanggungjawab Pertamina

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Wawan Setiawan, mengatakan jika kebocoran minyak mentah dari sumur YY-1 Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) telah mencemari 232 ribu pohon mangrove dari 935 ribu mangrove yang ditanam pada lahan seluas 103 hektare sejak tahun 2014 hingga 2019.

 

Ia mengungkapkan, tentunya saja harus ada kompensasi dari Pertamina terkait pencemaraan tersebut.

Dan kompensasi yang diminta pihaknya bukan berbentuk uang, namun PT Pertamina Hulu Energi harus kembali menanami pohon-pohon mangrove tersebut seperti semula.

“Kami tidak akan meminta uang, kami hanya akan meminta pertamina kembali menanami pohon-pohon tersebut,” ujar Wawan.

Disoal tvberita.co.id, kaitan dengan tumpahan minyak pertamina yang telah masuk ke sejumlah rumah milik warga, sehingga mengakibatkan sebahagian dari mereka terpaksa harus mengungsi kerena rumahnya dipenuhi minyak mentah.

Wawan mengatakan, dari hasil pertemuannya dengan pihak Pertamina, Jumat (30/8) kemarin, didapati keterangan jika limbah minyak mentah ini masih seperti yang dulu dan tidak ada peningkatan. Bahkan sudah keluar pasir. Dan diperkirakan akan bisa dihentikan akhir bulan September atau awal Oktober 2019 mendatang.

“Menurut keterangan pihak Pertamina, peningkatan pencemaran di pantai Cemarajaya bukan akibat meningkatnya volume minyak yang tumpah. Hal itu terjadi karena gelombang pasang dan angin yang bertiup lebih kencang dari biasanya, dan karena gelombang laut cukup tinggi, sehingga akhirnya limbah minyak tersebut terbawa gelombang menuju pantai,” jelas Wawan.

Wawan kembali menjelaskan, Pertamina masih berusaha menutup pipa yang bocor dengan cara membangun sumur baru yang dibuat miring sehingga bertemu dengan sumur yang bocor di kedalaman 9000 feet.

“Saat ini pengeboran sumur baru itu sudah mencapai 6200 feet atau 62 persen. Dari sumur baru itu nantinya akan dipompa lumpur padat guna menutup sumur yang bocor,” pungkasnya menggambarkan. (nna/kie)