Beranda Headline Alhamdulillah, Ada Bantuan Rp 500 Ribu untuk 455 Petugas Kebersihan

Alhamdulillah, Ada Bantuan Rp 500 Ribu untuk 455 Petugas Kebersihan

TVBERITA.CO.ID, KARAWANG – Pemkab Karawang menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp 100,94 miliar yang fokus dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Anggaran ini salah satunya dialokasikan untuk pemberian bantuan kesejahteraan bagi petugas kebersihan.

Ada sekitar 455 petugas kebersihan yang diperkerjakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang saat ini, dari mulai supir, petugas pengangkut sampah sampai petugas penyapu jalan, yang tersebar di beberapa wilayah UPTD DLHK Karawang.

Di mana nantinya, ratusan petugas kebersihan ini akan diberikan bantuan berupa uang tunai Rp 500 ribu selama kurang lebih beberapa bulan ke depan.

” Petugas Kebersihan adalah garda terdepan yang memiliki peran penting dalam menghadapi virus Corona ini, oleh karenanya kami akan memberikan bantuan kepada mereka berupa uang tunai mulai dari bulan April sampai Oktober,” kata Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, kepada TV Berita, Rabu (8/4).

Menurut Wawan, pendapatan petugas kebersihan sebagai pekerja harian lepas tidaklah besar, rata-rata hanya sekitar Rp 1 juta per bulannya namun di tengah pandemi ini, pekerjaan mereka pun memiliki risiko yang cukup tinggi. Sehingga adalah hal yang wajar jika mereka pun mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Diungkapkan Wawan lebih lanjut, saat ini pihaknya sedang memperjuangkan agar bantuan tersebut benar-benar terealisasi.

Anggaran sebesar Rp 1,5 miliar sedang diajukan kepada Badan Anggaran DPRD Kabupaten Karawang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk kesejahteraan ratusan petugas kebersihan.

“Sedang kami ajukan sebesar Rp 1,5 miliar, Insya Allah, semoga bisa terealisasi sesuai yang diharapkan,” harapnya.

Selain itu, disebutkan Wawan, DLHK juga sedang mempersiapkan 100 tong plastik ukuran 60 liter berwarna kuning, sebagai tempat pembuangan khusus masker yang kemudian akan ditempatkan di ruang-ruang publik.

“Dari anggaran tersebut, kami juga alokasikan untuk pengadaan tong sampah yang memang khusus dipergunakan untuk membuang masker sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup. Di mana pengelolaan limbahnya nantinya akan kita pihakketigakan,” ujar Wawan memaparkan.

“Teknisnya, limbah masker bekas pakai warga masyarakat, akan langsung dihancurkan, untuk mencegah dugaan adanya oknum yang dengan sengaja mendaur ulang dan menjual kembali masker-masker tersebut kepada msyarakat, mengingat saat ini masker memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, tentu ini akan jauh lebih membahayakan jika benar-benar terjadi dan tidak segera diantisipasi,” pungkasnya. (nna/fzy)