Beranda Bekasi Aparatur Terkonfirmasi Positif, Kota Bekasi Kembali Berlakukan WFH

Aparatur Terkonfirmasi Positif, Kota Bekasi Kembali Berlakukan WFH

TVBERITA.CO.ID – Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 800/4653/BKKPD/PKA mengenai tindak lanjut pengendalian pelaksanaan jam kerja Aparatur dalam Adaptasi Tatanan Baru (ATB) di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Setelah ada 5 pejabat eselon II terkonfoirmasi Covid-19, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menegaskan kepada Kepala Perangkat Daerah untuk membuat Surat Penugasan untuk para aparaturnya untuk membagi tugas kembali mengenai Work From Home (WFH) dan melaksanakan pembinaan penanganan Covid-19, Zero Criminal, dan Ketahanan Pangan di Kota Bekasi.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, bahwa dari jumlah aparatur di setiap dinas sebanyak 60% berada tetap di kantor dan mengikuti peraturan setiap harinya untuk melaksanakan tugas, dan sebanyak 40% dari jumlah aparatur melaksanakan pembinaan penanganan Covid-19.

“Zero Criminal dan ketahanan pangan di wilayah terdekat masing-masing kecamatan yang disinggahi,” kata Rahmat Effendi.

Work From Home diperuntukan bagi pegawai yang memiliki kriteria sebagai berikut:

1. Aparatur yang memiliki riwayat penyakit menahun
2. Aparatur yang hamil
3. Kondisi kesehatan aparatur dalam status pengawasan.

“Tetap melaporkan kegiatan kedinasan di rumah yang dilaporkan setiap hari Jumat ke Sekretaris Daerah Kota Bekasi,” jelasnya.

Hal ini diupayakan dengan pernyataan Wali Kota Bekasi saat wawancara dengan media bahwa memang ada terjadi kluster baru terjangkitnya pasien Covid-19 khusus di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, beberapa Aparatur Pemerintah Kota Bekasi saat ini memang benar ada yang terpapar Covid-19.

Dalam pencegahan kali ini di masa Adaptasi Tatanan Baru (ATB), Pemerintah lakukan sterilisasi pada setiap harinya, seperti pada pagi hari sebelum jelang jam masuk kantor para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi sigap untuk mensterilkan dengan alat penyemprot disinfektan di ruangan-ruangan dan juga para petugas Pemadam Kebakaran yang menggunakan mobil Damkar yang telah dimasukkan cairan disinfektan untuk penyemprotan area luar Kantor Pemerintah Kota Bekasi.

“Mengenai area Taman Pemakaman Umum (TPU) Padurenan Kecamatan Mustika Jaya yang yang dikhususkan pemakaman atau pemulasaran Covid-19 luasnya sekitar 12 hektare dan baru tergunakan sekitar 30 sampai 40 persen,” bebernya.

“TPU padurenan baru 30 sampai 40 persen terisi, yang mengabarkan penuh hanya menginformasikan tidak benar, karena dari tanggal 26 Mei 2020 belum ada kasus meninggal p+,” ujar Rahmat Effendi.

“Mengenai kluster baru terpapar Covid 19, ada beberapa kluster keluarga yang tertangani secara radikal menanganinya, yang tidak terakomodir masuk dalam isolasi mandiri dan terakomodir masuk ke RSUD dr. Chasbullah. Kluster keluarga yang di-tracking dan dilacak yang sudah keluar masuk luar kota sehingga menimbulkan kasus baru di Kota Bekasi,” bebernya. (ais/fzy)