Beranda Headline AS Diduga Ajak Oknum Kades MHN Aniaya Wartawan

AS Diduga Ajak Oknum Kades MHN Aniaya Wartawan

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID– Terjadinya penganiayaan oleh Oknum Kepala Desa MHN yang terjadi Jumat (10/1/20) terhadap salah satu wartawan online diduga sudah direncanakan oleh Kades Sukatani, AS.

Dugaan ini diperkuat saat terjadinya penganiayaan terhadap wartawan tvberita.co.id, Adi Kurniawan Tarigan yang dilakukan oleh oknum Kades MHN, Kades Sukatani AS tidak melakukan tindakan apapun untuk melerai kejadian tersebut, bahkan lebih mendukung oknum Kades MHN untuk melakukan penganiayaan.

Baca juga: Lagi, Wartawan Dianiaya Oknum Kades

“Saat itu saya diajak ketemu oleh Kades Sukatani AS, mungkin mau menjelaskan terkait siapa Ketua TPK Desa Sukatani yang sebelumnya saya tanyakan,” jelas Adi Kurniawan Tarigan, salah satu wartawan tvberita.co.id Jumat (10/1/20).

Dikatakannya, awal mula penganiayaan itu terjadi, saat pertemuan dilakukan di Pom Bensin Parcom. Dan AS mengajak bertemu tepatnya di dekat Musala Pom Bensin, dengan alasan kalau di depan terlalu banyak orang yang lalu lalang. “Saya pun mengikuti karena tidak berpikir buruk sebelumnya,” ujarnya.

Namun, lebih lanjut Tarigan memaparkan, pada saat ngobrol ringan dengan Asep Sumpena, ia (Asep) mengatakan tunggu dulu MHN sedang sholat. “Kami berdua pun menunggu MHN, tanpa rasa curiga setelah MHN selesai solat saya pun menyapa MHN.  Sehat pak Kades? Dengan bersalaman,” ungkapnya.

“Pada saat selesai salaman, tangan MHN pun melayang dengan gampangnya ke bagian kepala dan telinga saya, dan menantang berkelahi, dan kejadiannya tepat disamping Asep Sumpena dan sangat dekat,” tegasnya.

Miris, bukannya melerai kejadian tersebut, AS, menurutnya, terlihat diam saja dan malah mendukung MHN untuk berkelahi dan siap menyaksikan.

“Saya pun beranjak dari tempat tersebut dan memilih menghindar dengan meninggalkan AS dan MHN. Tidak sampai begitu saja, saat saya berjalan ke depan Alfa Midi untuk mengambil motor saya yang terparkir di sana, saat saya menggunakan helm MHN kembali memukul helm yang sudah terpasang di kepala saya dan dilihat orang banyak, dan saya memilih meninggalkan mereka,” jelasnya.

Ia pun lantas melaporkan hal ini ke Polres Purwakrta. “Saya sudah visum, dan saya telah melaporkan hal ini ke Polres Purwakarta di Unit III yang kebetulan piket,” pungkasnya. (trg/kie)